Kerja Itu Jangan Setengah-setengah

- Rabu, 23 Desember 2015 | 02:24 WIB

Melalui emansipasi, te­lah membuat kaum wanita memiliki andil dalam mem­bangun kinerja di sektor pemerintahan.  Drg. Hj, Eka Lusti, MM ialah salah satu wanita yang mampu me­duduki puncak kepemim­pinan  di dinas kesehatan kota Padang dengan segu­dang penghargaannya.

Tidak seperti sebagian orang yang mendapatkan jabatan dengan mudah kare­na mempunyai koneksi, Eka Lusti benar-benar memulai karirnya dari bawah. Sejak masuk dinas kesehatan pada tahun 1990, Wanita lulusan fakultas kedokteran di Uni­vestas Indonesia tahun 1987 itu, menjabat sebagai dokter gigi fungsionaris di tiga puskesmas yakni Pus­kes­mai Alai, Ulak karang dan Air Tawar hingga diangkat menjadi kepala puskesmas Ulak karang pada tahun 2001.

Dengan kinerjanya yang optimal, ibu satu anak ini pun diangkat menjadi Ka­subag keuangan pada Dinas kesehatan kota padang pada tahun 2005, selanjutnya pada tahun 2006 ia di­per­caya menjadi kabid pela­yanan hingga tahun 2009 sebelum dipercaya mengisi posisi sekretaris sampai tahun 2012. Bahkan ia sem­pat pula menduduki posisi kabid pelayanan medik RS­UD Dr Rasydin, sebelum akhirnya menduduki posisi puncak sebagai kepala Di­nas Kesehatan Kota Padang pada 6 mai 2013.

Sejak dipercaya mengisi posisi tersebut, wanita yang menikah pada tahun 1989 silam tersebut telah me­norehkan beberapa peng­hargaan bagi Dinas Kota Padang yakni; Penghargaan Swasti Saba Wistara tahun 2015 dengan Perikat Kota Sehat Tertinggi, Predikat Kepatuhan Standar Pela­yanan Publik dari Om­buds­man 2014,  Serifikat Eli­minasi Malaria dari Mentri Kesehatan RI tahun 2014.

Selain penghargaan di atas, Eka Lusti juga meraih segudang prestasi selama berkarir di dunia kesehatan diantaranya, juara I ke­lurahan tingkat Provinsi Sumbar dengan terobosan adanya RW ber-PHBS, Jua­ra I Kader Posyandu tingkat Provinsi Sumbar, Juara I lomba sekolah sehat Ting­kat taman kanak-kanak, serta jura I lomba Sekolah sehat Tingkat SMU Provinsi Sumbar. Selian itu ada juga setifikat ISO untuk Dinas Kesehatan Kota Padang, puskesmas Lapai, Puske­smas Padang Pasir, Pus­kesmas lubuk Buaya serta penghargaan Fasilitas Ke­sehatan Tingkat pertama terbaik BPJS Divisi re­gi­onal II tahun 2014 kete­gori Puskesmas.

Tidak heran, dengan sedugang Prestasinya, wa­nita kelahiran Kurai Taji Pariaman tersebut pun me­nerima penghargaan Indo­nesia Women Award tahun 2014, serta pada tahun 2013 silam ia juga menerima piagam tanda kehormatan Presiden republik Indonesia yang menganugerahkan Sat­yalencana Karya Satya XX dari Presiden Suliso Bam­bang Yudoyono.

 “Dalam bekerja tidak hanya semangat nauman juga harus total, jangan sampai setengah-setegah, sebab hasilnya juga akan setengah-setengah,” tutur wanita yang pernah men­dapat predikat dokter tela­dan I kota padang dan Dok­ter teladan II Sumatera Ba­rat itu, mengenai segudang prestasinya.

Lebih jauh istri Dr Evi Pasarudin M.A.R.S itu me­nuturkan, sebagai seorang wanita karir ia juga dituntut untuk pandai dalam me­management waktu, “selain soal pembagian waktu, ten­tunya kita juga harus men­dapat dukungan dari kelu­arga, khususnya suami dan anak,” tambahnya.

 “Tidak jarang juga saya membawa berkas-berkas kerja dibawa pulang dan dikerjakan di rumah sehabis sholat subuh, agar waktu bersama keluarga bisa terus berjalan,” ungkap wanita kelahiran 10 Juni 1963 silam itu.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Timbun Lemak di Perut

Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Cara Gunakan WhatsApp Tanpa Internet, Perlu Dicoba

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Cara Menghindari Ketergantungan Pada Makanan Manis

Rabu, 20 Oktober 2021 | 01:07 WIB

Terpopuler

X