Anda Alami Krisis Paruh Baya? Ini Tanda-tandanya dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli

Nova Anggraini
- Selasa, 30 November 2021 | 02:15 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Midlife crisis atau krisis paruh baya umumnya dialami antara usia 40 dan 60-an tahun. Mencapai usia paruh baya tentu dapat memunculkan sejumlah emosi, ingatan, dan bahkan tujuan baru.

Krisis paruh baya adalah periode waktu selama usia paruh baya dimana beberapa orang mengalami ketakutan eksistensial di sekitar kematian mereka sendiri, serta apa yang telah mereka capai sejauh ini dalam hidup dan apa yang akan terjadi di masa depan bagi mereka.

Menurut Anna Yusim, M.D., seorang psikiater dan penulis Fulfilled: How the Science of Spirituality Can Help You Live a Happier, More Meaningful Life, ini bukanlah istilah psikologis yang sebenarnya, melainkan istilah sehari-hari. "Ini adalah sesuatu yang kami cirikan yang akan terjadi antara usia 40 dan 60, bahkan mungkin 35 dan 65 tergantung, dan itu hanya seseorang yang merasa tidak puas dengan aspek kehidupan mereka dan sering mengambil beberapa langkah untuk memperbaiki ketidakpuasan itu," kata Anna, seperti dilansir dari laman Mind Body Green.

Langkah-langkah itu seringkali merupakan perubahan hidup yang drastis, seperti memulai jalur karier yang sama sekali baru atau mencoba mempertahankan (atau merebut kembali) semacam perilaku muda, tambah psikoterapis Annette Nuñez.

Krisis paruh baya sering dipicu dengan mencapai usia tertentu, menjadi sangat sadar akan kematian Anda sendiri, dan merenungkan apa yang telah Anda lakukan (atau belum lakukan) dalam hidup sejauh ini. "Ketika orang mengevaluasi kembali hidup mereka, sering kali memunculkan emosi campuran kecemasan, stres, penyesalan, dan kesedihan," ucap Annette.

Sementara itu, Anna menjelaskan bahwa penuaan juga dapat memicu perasaan krisis, baik itu tanda-tanda fisik penuaan seperti menopause. “Sesuatu tentang pengakuan itu semua membuat orang ingin menggenggam sesuatu, merasa lebih hidup, dan terkadang membuat perubahan dalam hidupnya,” kata Anna.

Berikut ini adalah 8 tanda krisis paruh baya

1. Pertambahan Usia

Salah satu karakteristik utama krisis paruh baya adalah pengakuan bahwa Anda semakin tua, seringkali dengan beberapa perasaan negatif yang menyertainya. Seperti yang dijelaskan Anna, ini bisa disebabkan oleh hal-hal seperti menopause atau perubahan penampilan.

2. Perilaku impulsif

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: tempo.id

Tags

Terkini

Ide Ucapan Valentine Bahasa Indonesia Terlengkap

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:07 WIB

Begini Cara Mendapatkan Gaji dari YouTube

Rabu, 26 Januari 2022 | 18:40 WIB

Inilah Perbedaan White Day dan Hari Valentine

Rabu, 26 Januari 2022 | 17:42 WIB
X