Ingat! Salam Siku Tak Dianjurkan WHO

- Jumat, 13 Maret 2020 | 06:57 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Merebaknya virus Corona membuat orang-orang berpikir ulang tentang cara hidup yang aman, termasuk cara memberi salam supaya tidak tertular COVID-19. Para pejabat di lingkungan Istana Kepresidenan memberi contoh salam siku sebagai ganti jabat tangan. Ternyata, WHO tidak menyarankan salam siku yang trendi itu.

Tren salam siku muncul usai sejumlah pejabat tinggi dunia menyoroti potensi penularan virus COVID-19. Jabat tangan tentu mengharuskan telapak tangan dua orang untuk berkontak fisik secara langsung. Jabat tangan dinilai tidak aman di situasi seperti ini, maka salam siku atau elbow bump greeting dinilai lebih aman. Kepala Staf Staf Kepresidenan Moeldoko pun menilai salam siku tersebut bagus.

"Ya saya pikir itu cara bagus karena intinya kita sama-sama tidak tahu kalau memasuki area. Kalau salaman ada risiko, tapi kalau dengan cara-cara begini nggak ada yang tersinggung walaupun agak lucu-lucuan, tapi itu bagus," ujar Moeldoko di di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) kemarin.

Moeldoko mengaku sudah menerapkan salam siku tersebut. Namun Moeldoko menyebut Jokowi belum melakukan hal serupa.

Salam siku agaknya mulai populer. Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Dewan Pertimbangan IAEI Jusuf Kalla (JK) menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Sebelum masuk ke ruangan, JK dan Sri Mulyani sempat melakukan 'salam Corona'.

Setiba di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/2) kemarin, JK dan Sri Mulyani tampak bersalaman dengan sikut saling diadu. Salam tersebut juga dinamakan salam Corona, sebagai salah satu upaya menangkal penyebaran virus COVID-19.

Salam siku juga dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala BNPB Doni Monardo. Mereka melakukan salam siku setelah meninjau proses penyemprotan cairan disinfektan di Stasiun Gambir. Salam itu dilakukan sebelum keduanya masuk ke mobil masing-masing.

"Ada salaman tanpa menyentuh ujung dari lengan bahkan mungkin juga dengan siku. Ada banyak cara lah tanpa kita mengurangi rasa hormat satu sama lainnya," kata Doni kepada wartawan.

Ternyata, pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak menganjurkan salam siku. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pendapatnya soal salam siku sejak 7 Maret kemarin. Pendapatnya soal salam siku disampaikan dalam rekomendasi perihal penjagaan diri dari COVID-19.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Jumlah Waktu Tidur Ideal Sesuai Rentang Usia

Selasa, 3 Agustus 2021 | 01:39 WIB

Mengetahui Perkembangan Tentang ISP Internet

Senin, 2 Agustus 2021 | 12:29 WIB

Covid Varian Delta, Menular Bak Cacar Air

Minggu, 1 Agustus 2021 | 00:29 WIB
X