AI, VR, AR, 5G, dan Blockchain Akan Bersatu Dalam Kekuatan Metaverse

- Senin, 27 Desember 2021 | 14:30 WIB
Ilustrasi Virtual Reality (VR)
Ilustrasi Virtual Reality (VR)

HARIANHALUAN.COM - Teknologi AI (artificial intelligence), VR (virtual reality), AR (augmented reality), 5G (fifth generation), dan blockchain akan bersatu dalam kekuatan Metaverse selama beberapa tahun ke depan.

Semua teknologi baru itu tengah banyak diperbincangkan di seluruh dunia dan terus mengalami perkembangan. Sejauh ini, perkembangan AI adalah yang lebih unggul daripada yang lainnya. 

Konsep Metaverse memiliki potensi yang sangat luas. Di satu sisi, metaverse bisa menjadi kanal media sosial 3D yang targetnya adalah para pengguna aplikasi berbasis AI. Di sisi lain, metaverse juga bisa menjadi platform yang mencakup semua informasi, hiburan, dan bahkan pekerjaan. 

Saat ini, telah hadir metaverse yang disesuaikan dengan minat tertentu seperti games dan olahraga. Ke depannya, diprediksi akan ada banyak jenis metaverse di masa mendatang.

Baca Juga: Teknologi Blockchain Tingkatkan Kepercayaan Manusia Terhadap Aplikasi Berbasis 'AI'

Kesiapan Teknologi VR, AR, dan Blockchain

Pada tahun 2007 (second life popularity), belum ada teknologi VR, AR, 5G, blockchain atau mata uang digital. Cloud computing pun masih dalam masa pertumbuhan, dan internet seluler baru muncul saat iPhone pertama diluncurkan.

Sementara itu, AI masih sangat terbatas. Masih perlu dilakukan banyak riset terkait prospek dan perkembangan AI. Mungkin itulah sebabnya Meta sekarang terpikat dengan konsep Metaverse di mana teknologi AI sudah makin matang.

VR, AR, dan blockchain memang agak terlambat perkembangannya daripada AI dan 5G. Namun, kini ketiganya sudah hampir matang dan siap bergabung dengan kekuatan metaverse. 

Halaman:

Editor: Ida Farida

Sumber: venturebeat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wah, Pengguna WhatsApp Bisa Sembunyikan Nomor HP?

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:28 WIB

Ngeri! Lubang "Alien" Ditemukan di Dasar Laut

Senin, 1 Agustus 2022 | 12:35 WIB
X