Yang Berbeda dari Program Bayi Tabung saat Pandemi Covid-19

- Minggu, 19 April 2020 | 12:47 WIB

"Kami meminimalkan visit (kunjungan) ke klinik seminimal mungkin. Paling banter dua kali saja, selebihnya telekonsultasi," kata Ivan.

Sementara kunjungan ke klinik hanya dilakukan untuk pengecekan kondisi calon ayah berupa keadaan sperma dan kondisi ibu berupa keadaan sel telur. Calon orang tua juga akan melakukan tes darah dan USG.

Setelah itu, dokter akan melakukan tindakan pengambilan sel telur dan sperma calon orang tua. Pembuahan akan dilakukan di laboratorium hingga berkembang menjadi embrio--tahap paling awal perkembangan bayi.

Setelah melewati tahapan tersebut, para orang tua juga mesti bersabar untuk bertemu dengan si buah hati. Pasalnya, Ivan menjelaskan pada masa situasi Covid-19 saat ini, tim dokter merekomendasikan untuk menyimpan embrio terlebih dahulu dan tidak menanamnya ke rahim ibu.

"Pada bayi tabung kami memberikan rekomendasi tidak langsung menanamkan embrio karena ketidaktahuan efek Covid-19 terhadap kehamilan terutama masa awal kehamilan," ucap Ivan.

Ivan menerangkan, penyimpanan embrio penting dilakukan secepat mungkin dalam proses bayi tabung karena faktor usia sangat berperan besar dalam kualitas kehamilan. Jika ditunda, dikhawatirkan kehamilan semakin sulit terjadi. Penyimpanan embrio juga dianjurkan untuk perempuan berusia di atas 35 tahun karena sel telur yang sudah semakin berkurang.

Penyimpanan embrio ini membuat orang tua mesti menunggu hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Ivan menyebut penanaman embrio di rahim ibu akan dilakukan setelah Covid-19 selesai.

"Ya walaupun itu tetap haknya orang tua, tapi kami merekomendasikan begitu. ... Kalau embrio sudah disimpan kualitasnya tetap akan sama," kata Ivan.

Penanaman embrio merupakan fase krusial dalam kesuksesan siklus bayi tabung. Selama dua hingga tiga bulan setelah penanaman embrio kembali ke rahim, ibu mesti berada dalam keadaan tenang agar kehamilan berhasil tercipta. Sedangkan situasi Covid-19 diperkirakan justru bakal membuat ibu lebih tertekan.

Hingga kini, belum ada penelitian yang komprehensif mengenai dampak Covid-19 terhadap kehamilan. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Alasan Kenapa Ponsel Lipat Kembali Dilirik

Kamis, 23 September 2021 | 00:03 WIB

7 Dampak Positif Saat Menyelenggarakan Car Free Day

Rabu, 22 September 2021 | 15:52 WIB

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kehidupan di Indonesia

Rabu, 22 September 2021 | 15:15 WIB

Beberapa Cara Mengatasi Perubahan Iklim dari Rumah

Rabu, 22 September 2021 | 14:10 WIB

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kehidupan Manusia

Rabu, 22 September 2021 | 13:00 WIB

Inilah Cara Mudah Menghafal Surat Al Falaq 5 Ayat

Rabu, 22 September 2021 | 12:00 WIB
X