3 Cara Cegah Defisiensi Vitamin D, Konsumsi Suplemen Ini

- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:15 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Memasuki tahun yang baru dan semangat baru, masyarakat saat ini telah kembali melakukan aktivitas di luar rumah. Agar dapat tetap produktif, kesehatan menjadi kunci. Karenanya, bersamaan dengan situasi pandemi yang masih berlangsung, masyarakat harus memberikan perhatian lebih dalam menjaga daya tahan tubuh melalui asupan yang kaya akan vitamin, khususnya vitamin D. Memahami hal tersebut, hari ini (13/1) Combiphar, perusahaan nasional terdepan di bidang consumer healthcare, berbagi informasi tentang efek defisiensi vitamin D dan langkah preventif yang dapat masyarakat lakukan, sekaligus menandai peluncuran Fortiboost D3 1000 IU.

“Masyarakat harus dapat terus menjaga serta meningkatkan daya tahan tubuh secara menyeluruh dan konsisten, tidak hanya karena pandemi belum berakhir hingga hari ini, namun juga ketika situasi dan kondisi telah kembali normal nanti. Karenanya, pada hari ini Combiphar menghadirkan sebuah produk yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, agar senantiasa sehat, aktif, serta produktif, yakni Fortiboost D3. Kehadiran produk terbaru ini menegaskan komitmen Championing a Healthy Tomorrow yang terus menerus diusung oleh Combiphar, untuk memotivasi masyarakat agar melakukan langkah-langkah preventif guna memaksimalkan kesehatan kini dan nanti,” ujar Weitarsa Hendarto - Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar.

Baca Juga: Perkuat Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19, Tiga Vitamin Ini Penting Dikonsumsi

Hal yang belum banyak diketahui oleh masyarakat adalah meningkatkan daya tahan tubuh tak hanya cukup dengan berolahraga, namun juga harus memperhatikan asupan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk pemenuhan vitamin, khususnya vitamin D. Kurangnya informasi tentang bagaimana cara yang tepat dalam memenuhi kebutuhan vitamin ini tak elak membuat kadar vitamin dalam tubuh pun menjadi tidak optimal dan menimbulkan risiko kesehatan pada tubuh. Bahkan, Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan prevalansi defisiensi vitamin D tertinggi, yakni hingga 70%.

Dijelaskan oleh dr. Adam Prabata – General Practitioner & PhD Candidate in Medical Science, “Kurangnya kadar vitamin D dalam tubuh, umum dialami oleh masyarakat, namun kebanyakan orang tidak menyadarinya akibat keluhan yang dirasakan sangat ringan, bahkan tidak ada keluhan sama sekali. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab defisiensi vitamin D, yakni: faktor fisiologis, seperti usia dan kondisi kesehatan, termasuk obesitas dan atau tubuh tidak dapat menyerap cukup nutrisi dari makanan; tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai – dilihat dari kebiasaan berpakaian, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup dengan aktivitas luar ruangan yang terbatas; serta kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin D. Tentu hal ini pada akhirnya berdampak pada kesehatan, khususnya daya tahan tubuh.”

Baca Juga: Kaya Vitamin C, Ini Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan

"Beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh di antaranya: rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat, seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan. Anak-anak yang mengonsumsi ASI dengan vitamin D yang tidak memadai pun memiliki risiko kemungkinan menderita rakhitis. Oleh sebab itu, langkah-langkah khusus untuk menghindari terjadinya defisiensi vitamin D ini sangat dibutuhkan, agar mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus menjaga tubuh dari penyakit,” tambah dr. Adam Prabata.

3 langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D, yakni:

1. Melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala – pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 25-80 ng/mL.

2. Memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D - memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D. Jangan lupa perhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan. Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang kita konsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Makanan Ini Wajib Dihindari saat Pandemi Covid-19

Senin, 17 Januari 2022 | 08:55 WIB

Sony Batal Suntik Mati PS4 Karena PlayStation 5 Langka

Minggu, 16 Januari 2022 | 18:15 WIB

Biar Ada Manfaat, Mandi pun Ada Caranya, Yuk Simak!

Minggu, 16 Januari 2022 | 11:40 WIB

Kenapa Pusing saat Gempa? Ternyata Ini 4 Penyebabnya

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:45 WIB
X