Salat Tahajud Lengkap: Bacaan Niat dan Doa, Jumlah Rakaat serta Waktu Pengerjaan

- Rabu, 19 Januari 2022 | 20:21 WIB
Ilustrasi bersujud dalam salat tahajud
Ilustrasi bersujud dalam salat tahajud

Salat tahajud 2 rakaat dapat dilakukan setelah bangun tidur pada malam hari, tepatnya sepertiga malam. Meski tak ada batas maksimal jumlah rakaat salat tahajud, sebaiknya salat tahajud dilakukan kontinu setiap malam. Rasulullah Saw. pun menjalankan salah tahajud 11 rakaat termasuk witir, dan terkadang salat tahajud 13 rakaat termasuk witir.

Dalam salat tahajud, bacaan surat setelah Al Fatihah adalah pilihan bebas selama terkandung dalam kitab Al Quran, surat pendek atau surat panjang. Menurut Al Habib Abdullah Al Haddad, surat yang dibaca setelah surat Al Fatihah adalah dari ayat mula dan seterusnya hingga lamanya tiap bulan, tiap 40 hari, ataupun jangka waktu lebih banyak atau sedikit dari waktu khatam Al Quran dalam salat tahajud. Itulah yang tercantum dalam firman Allah Swt.:

“Maka bacalah apa yang mudah dari Al Quran.” (QS. Al Muzzammil Ayat 20) (Ad Dimyathi, Hasyiyyah I’anatuth Thalibin, Juz 1, halaman 267)

Tahajud umumnya merupakan upaya melawan atau meninggalkan tidur. Sementara menurut fiqih, salat tahajud adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur.

Hukum salat tahajud adalah sunah berdasarkan ijma’ ulama. Kesunahannya bersifat muakkad, atau dengan kata lain salat tahajud sifatnya sangatlah kuat karena selalu dilakukan Rasulullah Saw. (Al Bakri bin As Sayyid Muhammad Syattha Ad Dimyathi, Hasyiyyah I’anatuth Thalibin, I: 267; Muhammad As Syirbini Al Khatib, Al Iqna’ fi Halli Alfazhi Abi Syuja’, I: 116)

Persoalan salat tahajud 2 rakaat pun disebutkan dalam Al Quran dan hadis sebagai berikut:

Pertama, “Dan dari sebagian malam salat tahajud, kamu (Muhammad Saw.) dengan membaca Al Quran (di dalamnya) sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu menempatkanmu pada tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra Ayat 79)

Kedua, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. mengenai sabda Rasulullah Saw. bahwa Nabi Muhammad Saw. ditanya ‘salat apa yang paling utama setelah salat maktub dan puasa apa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadan? Nabi Muhammad Saw. pun menjawab, ‘Salat paling utama setelah salat maktub adalah salat di tengah malam dan puasa paling utama setelah puasa bulan Ramadan adalah puasa bulan Allah, Muharam.’” (HR. Muslim)

Ketiga, “Diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahili ra. mengenai sabda Rasulullah Saw. bahwa ‘Kalian lakukan terus qiyamul lail (dengan melakukan salat tahajud), karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Qiyamul lail adalah ibadah kalian kepada Tuhan kalian, meleburkan berbagai kesalahan dan mencegah dari dosa.’” (HR. Al Hakim dan ia berkata, “Ini adalah hadis sahih sesuai syarat Al Bukhari)

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X