Orang Betawi Punya Bir Halal, Namanya Bir Pletok

- Minggu, 23 Agustus 2020 | 23:51 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mau minum bir halal? Jika yang dicari bir dengan stempel halal, sudah barang pasti sulit mencarinya. Tapi datanglah ke perkampungan Betawi, dijamin Anda bakal menemukannya.  Orang Betawi memang punya minuman khas, yakni bir pletok, yang halal karena sama sekali tidak mengandung alkohol.

Berbeda dengan bir pada umumnya yang memabukkan, bir yang satu ini justru sangat menyegarkan. Sebagai pelepas dahaga, minuman khas Betawi ini enak diseruput kala hangat, namun sedap pula diminum dingin beserta es batu. Lalu, mengapa minuman ini disebut bir?

Konon, nama bir pletok muncul dari kaum Betawi gedongan yang kerap bergaul dengan orang Belanda. Mereka melihat, ketika minuman berbahan dasar jahe ini dikocok dan dituang ke dalam gelas, muncul busa di bagian atasnya, persis seperti bir yang sering diminum orang-orang Belanda. Bisa jadi, dari sinilah nama bir itu muncul.

Herman Sani, orang Betawi Petamburan yang lima tahun terakhir ini membuat bir pletok dengan merek Ondel-Ondel mengatakan, nama pletok ditambahkan setelah mendengar bunyi es batu yang beradu dengan tungku. ''Bir pletok dimasukkan ke tungku yang dikasih batu es. Dikocok. Bunyi deh, pletak... pletok..,'' katanya. Dan ketika dituang ke dalam gelas, berbusa pula, mirip bir. Jadilah bir pletok.

Herman menegaskan, bir pletok yang asli diracik dari rempah-rempah. Rasa yang paling dominan adalah jahe. Sisanya kapulaga, serai, kayu manis, kayu secang, dan gula. Resep bir pletok Ondel-Ondel, ia peroleh secara turun-temurun dari keluarga istrinya, Sandra Herlina, yang asli Betawi Kebon Sirih.

Untuk mendapat rasa bir pletok yang paling sedap, Sandra selalu menggunakan jahe gajah yang tua. Bir pletok yang asli juga berwarna merah. Sapuan warna itu didapat dari kayu secang. Sedang gula yang dipakai adalah gula pasir bukan gula merah. ''Kalau mau jahe merah, bisa juga tapi hasilnya pedas sekali,'' ujar Sandra.

Karena bir pletoknya tidak pedas menyengat, Sandra mengumpamakan minumannya seperti soft drink tradisional tapi penuh khasiat. Kayu secang, misalnya, sedari dulu diyakini bagus untuk mengatasi panas dalam. Sementara jahe ampuh sebagai pengusir masuk angin.

Saat ini, bir pletok umumnya hadir di acara perkawinan orang Betawi. Di meja, minuman ini terhidang di dekat kue-kue basah khas Betawi seperti kue ape, talam, andepite, ketan bakar, ongol-ongol, dan kue lapis beras. Tapi sejatinya, bir pletok bisa diminum kapan saja, ditemani makanan apa saja. Waktu Sandra kecil dulu, bir pletok dijajakan pedagang keliling atau pedagang yang mangkal di perkampungan warga Betawi.

''Jualannya sore,'' ucap Sandra. Anak-anak pun senang membeli bir pletok karena atraksi pedagang yang menggoyang-goyang bir pletok dalam teko kaleng berisi es batu. Namun, waktu terus berganti. Kini, Herman merasa sedih melihat nama bir pletok dicatut. Lihat saja, beberapa tempat kini menyediakan bir pletok yang mengandung alkohol. ''Namanya sama tapi isinya sama sekali berbeda,'' katanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

5 Manfaat Makaroni untuk Kesehatan

Kamis, 23 September 2021 | 21:24 WIB

Ini Alasan Kenapa Ponsel Lipat Kembali Dilirik

Kamis, 23 September 2021 | 00:03 WIB
X