Ingat! Begini Cara Mengidentifikasi Penipuan Online

- Senin, 24 Januari 2022 | 21:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

HARIANHALUAN.COM - Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia bisnis saat ini adalah ancaman penipuan online. Penipuan online adalah istilah umum yang mencakup semua aktivitas penipuan yang dilakukan melalui internet atau email, seperti pencurian identitas, pelanggaran data, phishing, atau serangan malware.

Baca Juga: Wako Genius Umar Motivasi Siswa SMAN 5 Pariaman

Tujuan utama penipuan online adalah untuk mengambil keuntungan dari korban mereka dan menipu mereka dari uang mereka dengan cara apa pun yang memungkinkan. Penipu hanya memikirkan keuntungan finansial mereka, yang berarti mereka tidak mendiskriminasi korbannya. Dari individu hingga bisnis atau bahkan pemerintah, penjahat dunia maya akan mencoba mengeksploitasi siapa pun yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan keuntungan.

Tidak heran bisnis menjadi lebih sering menjadi sasaran serangan mereka karena dapat memberi mereka keuntungan lebih tinggi daripada menargetkan individu. Baik itu bisnis kecil, menengah, atau besar, semuanya adalah target yang sangat menjanjikan bagi penjahat dunia maya dan sepadan dengan risikonya. Untungnya, sementara penipu sedang memikirkan cara baru untuk mengeksploitasi korbannya, pakar keamanan siber sedang mengembangkan metode baru dan canggih untuk mencegah serangan mereka. Dari teknik yang paling mudah, seperti memperbarui program antivirus, hingga yang lebih rumit seperti menggunakan sidik jari perangkat atau menghitung skor penipuan IP, ada banyak cara yang dapat kita gunakan untuk melawan penipuan online.

Baca Juga: Pedagang Diimbau untuk Jaga Kebersihan Pantai Gandoriah

Penipuan online tidak dapat dideteksi semudah yang kita bayangkan; jika tidak, penipu akan kehilangan pekerjaan bahkan sebelum kita mulai khawatir. Tetapi dengan menggunakan akal sehat dan alat pencegahan penipuan, Anda akan dapat mengidentifikasi tanda bahaya dan mencegah penipuan sebelum menimbulkan kerusakan.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan analisis risiko untuk menentukan risiko mana yang dihadapi bisnis Anda dan jika ada beberapa kerentanan yang dapat Anda tambal sebelum penipu berhasil mengeksploitasinya. Ini akan memberi Anda gambaran yang lebih jelas tentang apa yang Anda hadapi dan membantu Anda mengidentifikasi tanda bahaya dalam bisnis Anda.

Misalnya, Anda memiliki bisnis eCommerce, dan saat melakukan penilaian risiko, Anda menemukan bahwa bisnis Anda sering berurusan dengan penipuan pengujian kartu. Anda dapat menggunakan pengetahuan ini untuk menaikkan bendera merah setiap kali pengguna memiliki beberapa transaksi yang gagal atau jika mereka telah menyelesaikan beberapa pembelian minimal berturut-turut. Ini dapat menunjukkan penipuan pengujian kartu sedang terjadi, sehingga Anda dapat memblokir pengguna sepenuhnya atau meminta mereka untuk mengonfirmasi identitas mereka dengan metode verifikasi tambahan sebelum membiarkan mereka melanjutkan. Ini dapat diterapkan untuk bisnis apa pun, bukan hanya eCommerce.

Proses ini dapat dibuat lebih mudah dengan menerapkan alat pencegahan penipuan yang tepat seperti skor penipuan IP, pengayaan data, atau sidik jari perangkat. Dengan menggunakan skor penipuan IP, Anda dapat menentukan faktor risiko pengguna Anda dan mengenali aktor jahat sebelum mereka mendapat kesempatan untuk mengeksploitasi sistem Anda.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: teknologi.id

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X