Popok Generasi Baru vs Konvensional, Apakah Bedanya?

- Selasa, 25 Januari 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi pakai popok
Ilustrasi pakai popok

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kesehatan si kecil merupakan hal yang paling utama bagi para orang tua, tidak terkecuali kesehatan kulit. Merawat kebersihan dan kesehatan kulit bayi seringkali menjadi masalah bagi para orang tua, terlebih dengan karakteristik kulit bayi yang sensitif. Popok sekali pakai yang sering ditemukan di pasaran cenderung mudah menggumpal, tidak menyerap dengan merata, dan tebal. Tak hanya membuat popok berat dan tidak nyaman, hal ini juga dapat menimbulkan rasa panas, iritasi, dan ruam di kulit bayi.

Saat ini, para orang tua sudah tidak perlu khawatir dengan dampak negatif yang ditimbulkan oleh popok sekali pakai. Setelah melalui perkembangan dan penelitian yang intensif, popok generasi baru dengan struktur inti Super Absorbent Polymers (SAP) telah hadir. Popok ini dirancang agar lebih nyaman dan anti iritasi untuk si buah hati. Lalu, apa yang membedakan popok generasi baru ini dengan popok konvensional? Yuk, simak lebih lanjut!.

Baca Juga: Pramugari di China Disarankan Pakai Popok Sekali Pakai agar Tak Terinfeksi Covid-19

  1. Ketebalan

Popok konvensional memiliki bahan dasar pulp kayu, dengan susunan tanpa stratifikasi dan partisi. Faktor ini membuat popok konvensional memiliki ukuran yang lebih tebal, mudah berubah bentuk, dan memiliki struktur yang lebih longgar. Jika dibandingkan, popok konvensional yang memiliki ketebalan antara 2,5 mm-4 mm, sedangkan popok generasi baru ini hanya 1,66 mm, sangat tipis. Ditambah dengan struktur desain permukaannya yang 3D, dapat mengurangi kontak dengan kulit sehingga mengurangi terjadinya ruam popok. Struktur 3D ini dapat meningkatkan sirkulasi udara sampai 60% sehingga popok tidak mudah lembab, karena sebagian besar ruam disebabkan oleh pantat bayi yang tidak cukup kering. Hal ini membuat si kecil dapat beraktivitas lebih nyaman dan dapat beristirahat di malam hari tanpa terganggu.

  1. Daya Serap

Daya serap popok sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit bayi, terutama di daerah selangkangan. Maka dari itu penting untuk mencari popok dengan daya serap maksimal. Popok pada umumnya hanya mampu menyerap 400 ml-500 ml, sedangkan popok generasi baru ini dapat menampung hingga 600 ml dan tidak meninggalkan sisa penyerapan. Penyerapan yang cepat ini pada akhirnya dapat mencegah bakteri berkembang biak dan mengurangi kemungkinan kulit bayi mengalami ruam popok

Baca Juga: Khusus Pria dan Wanita Aktif, Ini Keunggulan Popok Dewasa Confidence Adult Pants Gender

  1. Struktur

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X