Inilah Perbedaan White Day dan Hari Valentine

- Rabu, 26 Januari 2022 | 17:42 WIB
Ilustrasi perayaan White Day, balasan dari Hari Valentine
Ilustrasi perayaan White Day, balasan dari Hari Valentine

Valentine Day atau Hari Valentine dianggap sebagai hari kasih sayang bagi para wanita dan mungkin pria pula. Hari Valentine pun sangat populer di berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan bahkan Indonesia. Toko-toko makanan pun mulai menjual cokelat, permen, dan pelengkapnya seperti bunga atau kotak hias, sebulan sebelum Hari Valentine.

Biasanya wanita yang diberikan cokelat, bunga, dan perhiasan, atau diajak makan malam romantis oleh pasangan pada Valentine Day, tapi di Jepang justru si wanita yang memberikan cokelat kepada orang yang ia sukai. Karena tradisi, muncullah perayaan White Day sebagai hari pembalasan dari Hari Valentine

Valentine Day dirayakan tiap tanggal 14 Februari, sedangkan White Day tepat sebulan setelah Hari Valentine, yaitu tiap 14 Maret. White Day merupakan fenomena baru yang tercipta di Jepang, lalu menyebar ke berbagai negara. White Day pun pertama kali dirayakan pada 1978. Menurut National Confectionery Industry Association pada 1987, White Day diadakan sebagai ‘hari jawaban’ atau ‘pembalasan’ atas perayaan Valentine Day. Itu pun merupakan momen pas bagi pria membalas kebaikan si wanita yang telah memberikan mereka cokelat atau hadiah lain ketika Hari Valentine.

Pada White Day, warna putih dipilih karena dianggap sebagai warna yang murni, tulus, dan manis seperti cinta, serta putih merupakan warna gula. Hadiah yang diberikan pada White Day pun tidak hanya berupa cokelat, tapi juga bunga, perhiasan, pakaian, dan bahkan wisata berdua.

Pada White Day, pria diharapkan memberikan hadiah kepada wanita tersebut setidaknya yang bernilai dua-tiga kali lebih mahal dari hadiah yang diterimanya. Peraturan tersebut secara tersirat biasa disebut sebagai sanbai gaeshi.

Jika pria itu tidak membalas hadiah yang diberikan, dianggap bahwa mereka menempatkan dirinya sebagai superior. Jika hadiah yang diberikan setara, dianggap bahwa pria mengakhiri hubungan di antara mereka. Maka dari itu, pria diharapkan membalas hadiahnya dua-tiga kali lipat lebih mahal. 

Di beberapa negara, perayaan Valentine Day dan White Day bahkan tak terpisahkan. Banyak orang yang mengira bahwa Valentine Day dan White Day adalah perayaan yang sama, atau White Day adalah istilah lain dari Valentine Day di beberapa negara.

Menurut sejarahnya, perayaan Valentine Day dilakukan dengan wanita muda yang memberikan hadiah cokelat atau kue yang dibuat sendiri kepada pasangan atau pria yang mereka sukai. Karena turun-temurun, hanya wanita yang memberikan hadiah terciptalah perayaan White Day sebulan setelahnya, khusus para pria yang memiliki pasangan atau membalas kebaikan wanita yang disukai.

Selain Valentine Day dan White Day, ada pula Black Day atau Hari Hitam, yang dirayakan oleh para jomblo dua bulan setelah Valentine Day, yaitu 14 April. Black Day ini tercetus karena masih ada pria maupun wanita yang tidak mendapatkan hadiah pada dua momen sebelumnya. Hari Hitam ini pun diadakan di beberapa negara saja. Mereka akan mengadakan ajang pencarian jodoh, atau sekadar berkumpul sambil makan spesial bersama.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Doyan Minum Kopi? Awas Penyakit Ini Menyerang

Senin, 23 Mei 2022 | 11:02 WIB
X