Gara-gara Zoom, Makin Banyak Orang yang Ingin Operasi Plastik

- Rabu, 18 November 2020 | 12:07 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Banyaknya orang-orang yang bekerja dari rumah (WFH) membuat platform konferensi virtual seperti Zoom semakin marak digunakan. Tak hanya platform konferensi virtual, operasi plastik juga tampak semakin diminati di masa pandemi Covid-19. Studi terbaru dalam jurnal Facial Plastic Surgery and Aesthetic Medicine mengungkapkan bahwa kedua hal ini ternyata berkaitan.

Banyak orang yang merasa tidak suka dengan penampilan mereka di Zoom sehingga mendorong mereka untuk melakukan operasi plastik. Tim peneliti mengatakan banyaknya waktu yang dihabiskan dalam menggunakan Zoom dapat memicu respons komparatif yang kritis terhadap diri sendiri.

Respons inilah yang kemudian mendorong sebagian orang untuk mulai berpikir untuk melakukan operasi plastik atau terapi lain. "Sesuatu yang mungkin tidak mereka pikirkan sebelum dihadapkan pada layar video, sebuah fenomena baru bernama 'dismorfia Zoom'," ujar salah satu peneliti Dr Arianne Shadi Kourosh, seperti dilansir Health 24.

Tim peneliti juga menemukan bahwa kerontokan rambut dapat menjadi alasan lain di balik meningkatnya operasi plastik. Kejadian kerontokan rambut dan juga jerawat di masa pandemi kerap dikaitkan dengan kecemasan dan depresi. Seperti diketahui, kecemasan dan depresi juga tampak meningkat di masa lockdown dan karantina mandiri.

Hal senada juga diungkapkan oleh peneliti Dr Benjamin Marcus yang tidak terlibat dalam penelitian. Dr Marcus mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan radikal terhadap frekuensi di mana orang-orang berhadapan dengan tampilan mereka sendiri.

"Pergeseran ke bekerja, belajar, dan bahkan bersosialisasi secara daring turut meningkatkan waktu kita untuk mengobservasi diri kita sendiri," jelas Dr Marcus. Body dysmorphia atau gangguan dismorfik tubuh merupakan sebuah gangguan kesehatan mental yang memicu seseorang untuk fokus berlebih terhadap kekurangan yang dirasakan pada penampilan.

Meski kekurangan yang ada sangat kecil atau bahkan hanya imajinasi, orang-orang dengan masalah ini akan menghabiskan waktu yang lama untuk berusaha memperbaiki apa yang mereka anggap kekurangan tersebut.

Fenomena dismorfia yang berkaitan dengan penggunaan gawai dan internet ternyata bukan pertama kali terjadi. Selain dismorfia Zoom, sebelumnya juga pernah terjadi fenomena dismorfia Snapchat.

Kala itu, sebagian pengguna Snapchat menjadi terlalu sadar akan penampilan mereka. Sebuah studi mengungkapkan bahwa dokter spesialis bedah plastik banyak menerima permintaan untuk mengubah penampilan pasien sesuai dengan penampilan versi mereka sendiri yang sudah mendapatkan filter dari platform media sosial.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Cara Gunakan WhatsApp Tanpa Internet, Perlu Dicoba

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Cara Menghindari Ketergantungan Pada Makanan Manis

Rabu, 20 Oktober 2021 | 01:07 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Hidung Mancung lewat Makeup

Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:16 WIB

Kehadiran Restoran Fine Dining di Indonesia

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:47 WIB

5 Langkah Mudah Membuat Mata Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:18 WIB

Waspada! Osteoporosis Intai Perempuan Mulai Usia 30-an

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:21 WIB

6 Cara Mudah Kreasikan Arabian Look

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Fakta Tentang Pengumuman Resmi Rekrutmen KAI 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:28 WIB

Terpopuler

X