White Day: Sejarah dan Tradisinya terhadap Hari Valentine

- Kamis, 27 Januari 2022 | 06:46 WIB
Ilustrasi marsmallow pada White Day, balasan dari Hari Valentine
Ilustrasi marsmallow pada White Day, balasan dari Hari Valentine

Dikisahkan, Hari Valentine berawal dari festival Romawi Lupercalia yang diadakan pada pertengahan Februari. Mulanya, Hari Valentine pun tidak dirayakan sebagai hari romantis, hingga hal itu berubah pada abad ke-14. Pada 1800-an, kartu Valentine mulai dikomersialkan di Amerika Serikat dan menjadi penyambung tali kasih sayang.

Sementara, White Day adalah hari membalas budi bagi pria yang telah menerima cokelat pada Hari Valentine itu. Mereka akan membalasnya dengan memberikan bingkisan cokelat yang unik kepada wanita tersebut. Perayaan White Day adalah satu bulan setelah Valentine Day tepatnya tanggal 14 Maret.

Menurut Departemen Perdagangan Amerika Serikat, White Day bermula dari ide yang tercetus pada toko kudapan kecil di Fukuoka yang bernama Ishimura Manseido pada 1970-an. Perayaan tersebut juga sebenarnya bertujuan hanya meningkatkan penjualan permen mereka.

Pada 1977, eksekutif perusahaan toko itu, yang bernama Zengo Ishimura, bahkan mendapatkan inspirasi setelah membaca sebuah majalah wanita. Ada satu surat wanita yang menarik perhatiannya, “Tidak adil apabila pria mendapatkan cokelat dari wanita pada Hari Valentine, tapi mereka justru tidak membalas budi. Mengapa mereka tidak memberi kami sesuatu? Saputangan, permen, atau bahkan marshmallow...”.

Saat itu, Zengo berinisiatif membuat hari khusus pria untuk mengungkapkan terima kasih kepada wanita. Zengo pun mengajak karyawan wanitanya untuk berdiskusi, lalu terpilihlah satu bulan setelah Hari Valentine.

Pada 1978, Zengo bekerja sama dengan toserba untuk acara promosi kue marshmallow merek Tsuru no Ko. Dari nama kue itulah, White Day pertama kali diadakan dengan nama Marsmallow Day. Warna putih dari marsmallow juga yang menciptakan nama White Day ke depannya.

Pada 1980, mereka pun berkolaborasi dengan Asosiasi Industri Kudapan Nasional dengan slogan Jawab Cintanya pada White Day. Secara bertahap, White Day akhirnya menjadi perayaan nasional tahunan. Bahkan, White Day mulai dirayakan di Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Tiongkok.

Dalam White Day, para pria bebas memberikan jenis hadiah antara lain permen, marsmallow, kue kering, aksesori wanita, dan pakaian. Menurut web Matcha, makanan manis bahkan memiliki arti balasan yang berbeda ketika diberikan pada White Day, seperti marsmallow yang berarti Aku Tidak Menyukaimu, kue kering yang berarti Kamu Hanya Temanku, dan permen yang berarti Aku Menyukaimu.

Namun, popularitas White Day kini mulai berkurang, bahkan di Jepang. Sebab, pada masa kini para pria dan wanita sama-sama menganggap kewajiban memberikan hadiah hanyalah sebuah kebosanan. Apalagi, sekarang hanya sedikit wanita yang memberikan cokelat kepada pria sebagai pengungkapan cinta sejati.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X