Valentine Day: Asal Mula dan Hukumnya Bagi Umat Muslim

- Jumat, 28 Januari 2022 | 09:24 WIB
Ilustrasi seseorang memikirkan persoalan Hari Valentine 2022
Ilustrasi seseorang memikirkan persoalan Hari Valentine 2022

KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi menjelaskan bahwa Islam tidak memperingati Hari Valentine. Sebab, dalam Islam tidak ada ajaran untuk memperingati ataupun merayakan Hari Valentine itu.

Namun menurut beliau, Islam pun mengajarkan untuk saling memberikan kasih sayang kepada sesama tanpa memandang hari. Kasih sayang itu juga dilakukan dalam bingkai keridhoan Allah Swt. Sehingga, memberikan kasih sayang dapat dilakukan setiap hari.

Perilaku berkasih sayang tertuang dalam Al Quran maupun hadis. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi, "Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu." Kemudian, hadis riwayat At Thabrani juga menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambanya yang penyayang.

Allah Swt. juga berjanji akan memberikan balasan kepada setiap hamba yang berkasih sayang dan melakukan kebaikan. Seperti firman Allah Swt. dalam surat Ar Rahman ayat 60, "Tiada balasan kebaikan, selain kebaikan pula."

Menurut pengasuh LPD Al Bahjah yang bernama Buya Yahya, sebelum menjelaskan hukum merayakan Valentine Day kita harus apa itu tahu hakikat Valentine Day. Sebab, slogan yang diangkat dalam Valentine Day adalah cinta atau hari kasih sayang, itu juga sangat diajarkan dalam Islam.

Buya Yahya pun menjelaskan bahwa ada kesalahpahaman akan hal itu sehingga banyak kaum muslimin tergesa-gesa menerima, bahkan membela dan ikut memeriahkannya. Padahal, jika dicermati saksama, sangat jelas hukumnya.

Para ulama menyatakan "Al hukmu ala syaiin far'un an tashawwurihi", yang artinya mengimani sesuatu itu harus tahu terlebih dulu gambaran permasalahan yang akan diyakini. Jika seseorang ingin mengimani sesuatu, tentu dia harus tahu benar akan sesuatu yang akan diyakini agar tidak salah jalan.

Sederhananya, seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram juga harus memahami dua hal. Pertama, hakikat halal dan haram. Kedua, hakikat sesuatu yang diyakini sebagai halal atau haram.

Dalam hal ini, masalah Valentine Day. Valentine Day adalah perayaan yang asal mulanya sangat bertentangan dengan akidah Islam. Sebelum umat Nasrani merayakannya, Valentine Day adalah hari memperingati kelahiran Tuhan di Rumania yang mereka yakini.

Kemudian, sebagian masyarakat Nasrani pun mengenang seorang tokoh Nasrani bernama Santo Valentine yang wafat pada hari itu, dan akhirnya diabadikan sebagai Hari Valentine. Meski begitu, sejarah Valentine yang memiliki banyak perbedaan, membuat sebagian Nasrani Italia menolak perayaan Hari Valentine.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Resep Kue Putu, Cocok Disantap Saat Hujan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:22 WIB

Ini 5 Makanan Penangkal Flu yang Jarang Disadari

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:22 WIB
X