Bolehkah Hari Valentine Dirayakan oleh Umat Islam? Simak Penjelasannya di Sini.

- Jumat, 28 Januari 2022 | 10:09 WIB
Ilustrasi memikirkan hukum merayakan Hari Valentine
Ilustrasi memikirkan hukum merayakan Hari Valentine

 

Hari Valentine menjadi momen bagi sepasang kekasih mengungkapkan kasih sayang mereka dengan ucapan dan hadiah. Sejarah Valentine pun berawal dari festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari. Festival itu bertujuan merayakan datangnya musim semi, termasuk upacara kesuburan dan memasangkan wanita dengan pria melalui undian.

Bahkan, beberapa orang meyakini bahwa Hari Valentine diperingati sebagai hari kematian atau penguburan Valentine, yang terjadi sekitar tahun 270 M. Sumber lain pun mengklaim bahwa gereja Kristen telah memutuskan untuk menempatkan Hari Valentine di pertengahan Februari.

Lupercalia adalah festival kesuburan yang didedikasikan untuk dewa pertanian Romawi serta pendiri Romawi. Menurut legenda, semua wanita muda di kota itu pun akan memasukkan nama mereka ke guci besar. Kemudian, para bujangan kota masing-masing akan memilih nama dan mereka pun dipasangkan untuk tahun itu. Pertandingan seperti ini sering kali berakhir dengan adanya pernikahan di antara mereka.

Namun pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia dan akhirnya menggantinya dengan Hari Valentine. Meski begitu, asal mula Hari Valentine sebenarnya masih belum jelas. Hari Valentine pun mulanya tidak dirayakan sebagai hari romantis hingga hal itu berubah pada abad ke-14. Kini, Hari Valentine 2022 akan dirayakan pada 14 Februari sebagai hari kasih sayang.

Selain itu, Gereja Katolik juga mengakui setidaknya ada tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Salah satu legenda pun menyatakan bahwa Valentine adalah seorang imam yang melayani selama abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang sebagai prajurit itu lebih baik ketimbang mereka memiliki istri dan keluarga, dia pun melarang pernikahan bagi pria muda. Valentine yang menyadari ketidakadilan tersebut pun menentang Claudius II dan terus mengesahkan pernikahan untuk para kekasih muda secara rahasia. Ketika ketahuan, Claudius lalu memerintahkan agar Valentine dihukum mati. Karena alasan inilah, Hari Valentine dikaitkan dengan cinta.

Ada pula legenda lain yang mengisahkan ada seorang imam yang menjadi martir sekitar 270 M oleh kaisar Claudius II Gothicus. Valentine mungkin telah dibunuh, karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras, ketika mereka sering dipukuli dan disiksa.

Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim “Valentine” pertama untuk menyapa dirinya sendiri setelah dia jatuh cinta pada seorang gadis muda, yang merupakan putri dari seorang sipir yang mengunjunginya selama kurungan. Sebelum kematiannya, Valentine diduga menulis surat “from your Valentine”, sebuah ekspresi yang masih digunakan hingga kini.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X