Inilah Hari Valentine Menurut Islam, Apakah Boleh Merayakan?

- Jumat, 28 Januari 2022 | 11:02 WIB
Ilustrasi memikirkan persoalan Hari Valentine 2022
Ilustrasi memikirkan persoalan Hari Valentine 2022

Tentu sudah mnjadi kebiasaan Hari Valentine dijadikan ajang bagi pasangan untuk mengungkapkan kasih sayang melalui ucapan maupun hadiah. Asal tahu saja, Hari Valentine 2022 bermula dari festival Romawi Lupercalia, yang diselenggarakan pada pertengahan Februari. Dalam festival itu, orang-orang merayakan datangnya musim semi, termasuk upacara kesuburan dan menjodohkan wanita dan pria melalui undian.

Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa Hari Valentine diperingati sebagai hari kematian atau penguburan Valentine, yang terjadi sekitar tahun 270 M. Sumber lain pun mengungkapkan bahwa gereja Kristen telah menempatkan Hari Valentine di pertengahan Februari.

Festival kesuburan Lupercalia ini dipersembahkan hanya untuk dewa pertanian Romawi serta pendiri Romawi. Dalam acara itu, semua wanita muda di kota itu pun akan memasukkan nama mereka ke guci besar. Kemudian, para bujangan kota akan memilih nama dari guci itu, dan mereka pun dipasangkan untuk tahun itu pula. Pertandingan seperti ini sering kali berakhir dengan adanya pernikahan di antara mereka.

Namun akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia dan akhirnya menggantinya dengan Hari Valentine. Meski begitu, asal mula Hari Valentine sebenarnya masih belum jelas. Hari Valentine pun mulanya tidak dirayakan sebagai hari romantis hingga hal itu berubah pada abad ke-14. Kini, Hari Valentine 2022 akan dirayakan pada 14 Februari sebagai hari kasih sayang.

Selain itu, Gereja Katolik juga mengakui setidaknya ada tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Salah satu legenda pun menyatakan bahwa Valentine adalah seorang imam yang melayani selama abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang sebagai prajurit itu lebih baik ketimbang mereka memiliki istri dan keluarga, dia pun melarang pernikahan bagi pria muda. Valentine yang menyadari ketidakadilan tersebut pun menentang Claudius II dan terus mengesahkan pernikahan untuk para kekasih muda secara rahasia. Ketika ketahuan, Claudius lalu memerintahkan agar Valentine dihukum mati. Karena alasan inilah, Hari Valentine dikaitkan dengan cinta.

Ada pula legenda lain yang mengisahkan ada seorang imam yang menjadi martir sekitar 270 M oleh kaisar Claudius II Gothicus. Valentine mungkin telah dibunuh, karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras, ketika mereka sering dipukuli dan disiksa.

Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim “Valentine” pertama untuk menyapa dirinya sendiri setelah dia jatuh cinta pada seorang gadis muda, yang merupakan putri dari seorang sipir yang mengunjunginya selama kurungan. Sebelum kematiannya, Valentine diduga menulis surat “from your Valentine”, sebuah ekspresi yang masih digunakan hingga kini.

Catatan lain menyatakan bahwa Valentine berasal dari Terni, seorang uskup, yang dijadikan nama Hari Valentine. Dia pun dipenggal oleh Claudius II di luar Roma. Ada pula kemungkinan Valentine seorang imam dan seorang uskup ini sebenarnya adalah satu orang.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X