Hukum Merayakan Valentine Day Menurut Islam

- Jumat, 28 Januari 2022 | 11:10 WIB
Ilustrasi seseorang memikirkan hukum merayakan Hari Valentine
Ilustrasi seseorang memikirkan hukum merayakan Hari Valentine

Menurut berbagai sumber, Gereja Katolik mengakui setidaknya ada tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Salah satu legenda pun mengungkapkan bahwa Valentine adalah seorang imam yang melayani selama abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang sebagai prajurit itu lebih baik ketimbang mereka memiliki istri dan keluarga, dia pun melarang pernikahan bagi pria muda. Valentine yang menyadari ketidakadilan tersebut pun menentang Claudius II dan terus mengesahkan pernikahan untuk para kekasih muda secara rahasia. Ketika ketahuan, Claudius lalu memerintahkan agar Valentine dihukum mati. Karena alasan inilah, Hari Valentine dikaitkan dengan cinta.

Ada pula legenda lain yang mengisahkan tentang seorang imam yang menjadi martir sekitar 270 M oleh kaisar Claudius II Gothicus. Valentine mungkin telah dibunuh, karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras, ketika mereka sering dipukuli dan disiksa.

Menurut salah satu legenda, Valentine yang dipenjara sebenarnya mengirim “Valentine” pertama untuk menyapa dirinya sendiri setelah dia jatuh cinta pada seorang gadis muda, yang merupakan putri dari seorang sipir yang mengunjunginya selama kurungan. Sebelum kematiannya, Valentine diduga menulis surat “from your Valentine”, sebuah ekspresi yang masih digunakan hingga kini.

Catatan lain menyatakan bahwa Valentine berasal dari Terni, seorang uskup, yang dijadikan nama Hari Valentine. Dia pun dipenggal oleh Claudius II di luar Roma. Ada pula kemungkinan Valentine seorang imam dan seorang uskup ini sebenarnya adalah satu orang.

Sejak Abad Pertengahan, ucapan Valentine menjadi sangat populer, meski tulisan Valentine baru muncul setelah tahun 1400. Valentine tertua yang masih ada hingga kini adalah puisi yang ditulis pada 1415 oleh Charles, Duke of Orleans, kepada istrinya saat dia dipenjarakan di Menara London setelah penangkapannya di Pertempuran Agincourt.

Pada 1500-an, ucapan Hari Valentine secara resmi bermunculan dan pada akhir 1700-an, kartu-kartu dicetak dan digunakan secara komersial. Hari Valentine pun biasanya menggambarkan Cupid pada kartu Hari Valentine. Cupid sering ditampilkan sebagai kerub telanjang yang meluncurkan panah cinta kepada kekasih yang tidak menaruh curiga. Namun, Dewa Romawi Cupid berakar pada mitologi Yunani sebagai dewa cinta Yunani bernama Eros.

Selain itu, ada pula sumber yang mengemukakan bahwa Hari Valentine berawal dari berawal dari festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari. Festival itu bertujuan merayakan datangnya musim semi, termasuk upacara kesuburan dan memasangkan wanita dengan pria melalui undian.

Lupercalia adalah festival kesuburan yang didedikasikan untuk dewa pertanian Romawi serta pendiri Romawi. Menurut legenda, semua wanita muda di kota itu pun akan memasukkan nama mereka ke guci besar. Kemudian, para bujangan kota masing-masing akan memilih nama dan mereka pun dipasangkan untuk tahun itu. Pertandingan seperti ini sering kali berakhir dengan adanya pernikahan di antara mereka.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Normalkah Ukuran Mr P Anda? Cek di Sini!

Senin, 16 Mei 2022 | 14:20 WIB
X