Hari Gizi Nasional Indonesia dan Resep Sehat untuk Segala Usia

- Kamis, 24 Februari 2022 | 13:51 WIB
Ilustrasi Hari Gizi Nasional Indonesia 2022
Ilustrasi Hari Gizi Nasional Indonesia 2022

Hari Gizi Nasional telah diperingati bulan lalu, tepatnya pada 25 Januari 2022 dengan tema 'Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas'. Namun, ternyata ada pula Hari Gizi Nasional Indonesia yang akan dilaksanakan pada 28 Februari 2022. Peringatan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari lalu, dilakukan sebagai momen membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penerapan gizi seimbang demi kesehatan tubuh. 

Pentingnya makan makanan bergizi masih tidak disadari oleh kalangan masyarakat Indonesia maupun dunia. Padahal, tujuan utama makan makanan bergizi adalah kehidupan manusia yang sehat dan berkualitas. Bahkan, menurut hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, sekitar 30 persen balita di Indonesia masih menderita kekurangan gizi sehingga pertumbuhannya terhambat (stunting). Itu pun merupakan visi dan misi dari Hari Gizi Nasional.

Karena itu, akhirnya tanggal 28 Februari pun dijadikan sebagai peringatan Hari Gizi Nasional Indonesia, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi makanan bergizi sejak dini. Sehingga, ada dua tanggal sebagai hari memperingati pentingnya mengonsumsi makanan bergizi di Indonesia. Namun, sepertinya kebanyakan masyarakat keliru memahami perbedaannya.

Dua tanggal yang memperingati hari pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi adalah tanggal 25 Januari dan 28 Februari. Tujuannya sama, rapi ternyata keduanya juga memiliki perbedaan. Faktanya, tanggal 25 Januari hanya sebagai Hari Gizi dan Makanan, sedangkan 28 Februari sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Hari Gizi Nasional Indonesia menjadi agenda penting bagi pemerintah untuk memberikan penyuluhan terhadap program Perbaikan Gizi Nasional. Adapun tujuan program ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi, serta pertumbuhan masyarakat sehat dan berkualitas.

Sebab, tahun 2017 hingga awal 2018 di wilayah Asmat, terdapat 70 anak yang meninggal dunia akibat wabah gizi buruk dan campak. Kini, pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi permasalahan gizi di berbagai daerah, seperti menggalakkan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Harapannya, akses transportasi menjadi lancar sehingga harga pokok terutama kebutuhan medis pun lebih murah.

Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan jurusan Kesehatan Masyarakat mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki dua permasalahan gizi, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Hal tersebut juga menjadi pemicu Indonesia sulit mengalami peningkatan signifikan di bidang kesehatan.

Salah satu permasalahan gizi yang cukup serius adalah stunting. Menurut data Workhard Organization, Indonesia termasuk negara ketiga prevalensi tertinggi se-Asia Tenggara sehingga memengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia di negara ini.

Seorang pakar kesehaan pun menyarankan bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi tidak harus dengan makanan berharga tinggi, tapi cukup dengan zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam menjalankan metabolisme dan aktivitas. Misalnya, satu piring yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dengan kadar seimbang.

Halaman:

Editor: Hisni Munafarifana

Tags

Terkini

Mata Bisa Deteksi Dini Penyakit, Begini Caranya

Sabtu, 2 Juli 2022 | 11:30 WIB

Resep Kue Putu, Cocok Disantap Saat Hujan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:22 WIB

Ini 5 Makanan Penangkal Flu yang Jarang Disadari

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:22 WIB
X