Lahir di Kerinci dan Besar di Padang, Ini Sosok Pakar Gempa Pakhrur Razi, Tamatan S3 Jepang

- Kamis, 17 Maret 2022 | 10:44 WIB
Lahir di Kerinci dan Besar di Padang, Ini Sosok Pakar Gempa Pakhrur Razi, Tamatan S3 Jepang
Lahir di Kerinci dan Besar di Padang, Ini Sosok Pakar Gempa Pakhrur Razi, Tamatan S3 Jepang

HARIANHALUAN.COM - Pakhrur Razi, Ph.D yang kini dikenal sebagai pakar gempa dan akademisi di Universitas Negeri Padang (UNP), dulunya pernah menamatkan S3 di Chiba University Japan.

"Setelah menamatkan S1 Fisika UNP lanjut S2 Fisika ITB bidang keahlian Fisika elektronika instrumentasi. Kemudian S3, Chiba University, Japan, bidang keahlian Radar SAR (Synthetic Aperture Radar) untuk menitoring bencana," tutur Pakhrur kepada Harianhaluan.com di Padang.

Selain menyelesaikan jenjang pendidikan di kampus-kampus ternama, Pakhrur yang kini juga menjabat sebagai Staf Ahli WR IV UNP dipercayakan menyelesaikan berbagai riet yang didukung oleh Japan Aerospace Exploration agency (JAXA, Japan) selama 3 tahun, 2019-2022.

Baca Juga: Sumbar Potensi Gempa Besar dan Tsunami, Pakar Gempa Soroti Terkait Mitigasi 

"Dan pada tahun ini 2022, alhamdulillah JAXA masih memberi kepercayaan dalam melakukan monitoring dan observasi kebakaran hutan di Indonesia. riset ini akan dimulai insyaAllah pada Mei 2022- Mei 2025," kata Pakar Gempa yang menghabiskan massa kecil di Kota Padang ini.

Selain itu, Ia juga ada beberapa reserch yang didanai oleh Kemenristek dikti melalui dana riset terapan DRPM dan Juga riset kerjasama luar negeri serta pusat riset yang di danai oleh Universitas Negeri Padang.

Pada bidang kebencanaan, Ia menggunakan satelit Radar SAR, ALOS-1 PALSAR-1(Advanced land Observation Satellite phase array L band synthetic aperture radar) dan ALOS-2 PALSAR-2. satelite ini milik badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency.

Baca Juga: Aneh! Migor Justru Melimpah di Bandung Padahal di Padang Langka?

"Dimana data setelit ini dikomersialkan, untuk 1 citra Stripmap-3 harganya sekitar Rp32 jutaan. Dalam research saya butuh 2-15 citra. Alhamdulillah karena saya sebagai PI (principle Investigator) di JAXA sehingga saya bisa mendapatkan data satelite tersebut secara gratis," tutur pria kelahiran Kerinci Jambi itu.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Resep Kue Putu, Cocok Disantap Saat Hujan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:22 WIB

Ini 5 Makanan Penangkal Flu yang Jarang Disadari

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:22 WIB
X