Berdiri Satu Kaki Selama 10 Detik Bisa Ungkap Risiko Kematian, Silakan Dicoba!

- Rabu, 29 Juni 2022 | 13:18 WIB
Ilustrasi berdiri satu kaki (Dick's pro tips)
Ilustrasi berdiri satu kaki (Dick's pro tips)

HARIANHALUAN - Sebuah studi baru menemukan bahwa orang yang tidak bisa berdiri dengan satu kaki selama 10 detik punya peluang kematian dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

Diterbitkan di British Journal of Sports Medicine, para peneliti melakukan serangkaian penelitian dengan merekrut sejumlah orang untuk menilai hubungan antara kebugaran fisik dengan variabel lain dan faktor risiko tertentu. Dalam studi itu, peneliti mengevaluasi 1.702 peserta, dilakukan antara tahun 2009 hingga 2020.

Baca Juga: Digerogoti Tumor Payudara, Marshanda Pasrah pada Kematian

Seperti dikutip dari Kumparan.com, Rabu, 29 Juni 2022, selama penelitian, para peserta diminta untuk berdiri menggunakan satu kaki (tes satu kaki/OLS) selama 10 detik tanpa alat bantu apapun, dengan posisi salah satu kaki kiri (atau kanan) diangkat ke atas dan ditaruh di belakang kaki kanan, tangan di samping, sambil menatap lurus ke depan.

Peserta hanya diberi 3 kali kesempatan.
Hasilnya cukup mencengangkan. Secara keseluruhan, satu dari lima peserta gagal menjalani tes tersebut dan ini ada korelasinya antara usia dan kegagalan. Kegagalan tampaknya berlipat ganda pada peserta dengan usia 51-55 tahun dan seterusnya–interval lima.

Baca Juga: Kurangi Angka Kematian Ibu dan Anak, Genius Umar Beri Motivasi Kinerja Bidan di Kota Pariaman

Para peneliti kemudian memantau peserta selama tujuh tahun dan menemukan bahwa 7% dari peserta meninggal dunia. Dari kematian tersebut, 32% disebabkan oleh kanker, 30% penyakit kardiovaskular, 9% penyakit pernapasan, dan 7% karena komplikasi COVID-19. Proporsi kematian di antara mereka yang gagal jauh lebih tinggi, 17,5% dibanding dengan yang berhasil 4,5%.

Dengan mempertimbangkan usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan, peneliti menentukan bahwa mereka yang tidak dapat menyelesaikan OLS 10 detik memiliki 84% risiko kematian lebih tinggi yang bisa disebabkan oleh apapun dalam 10 tahun ke depan.

Pertanyaan, apakah tes ini akurat dalam memprediksi risiko kematian?

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sederet Manfaat Minum Matcha, Nomor 5 di Luar Dugaan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:20 WIB

Keren Nih, Helm Retro Modern Dirgahayu RI ke-77

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:42 WIB

Membunuh Scabies dengan Garam, Apakah Efektif?

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:04 WIB
X