Hidupkan Dunia Fotografi, Cara Milenial Menyalurkan Hobi 'Jepret'

- Jumat, 16 Juli 2021 | 09:04 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

fo

Dulu, karya foto yang menggugah seakan hanya milik mereka yang memegang kamera mahal. Sekarang tren telah berganti, fotografi bisa digeluti oleh siapa saja. Perkembangan teknologi membuat akses memiliki kamera lebih mudah, dengan beragam pilihan. Telepon pintar pun sudah canggih, disematkan kamera yang bahkan bisa berjumlah 3 lensa, sehingga kemampuan tanggapan fotonya tak kalah saing dengan kamera DSLR.

Fotografi semakin membumi, terutama karena hobi ini cukup meluas di kalangan milenial. Generasi yang lahir sekitar tahun 1980-2000 ini memang lebih terekspos kepada karya-karya fotografi yang sebelumnya terasa hanya milik para profesional.

Tren sosial media berbasis foto seperti Instagram juga turut mendongkrak popularitas fotografi. Menurut survei We Are Social dan Hootsuite, total pengguna aktif medsos Indonesia sekitar 170 juta per Januari 2021. Angka ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan total penduduk tahun 2020 yang mencapai 270,20 juta jiwa.

Lebih jauh, survei di atas juga menunjukkan bahwa pengguna Instagram didominasi usia 18-34 tahun dengan persentase hingga 64,8%. Sebaran usia ini mayoritas merupakan generasi y dan sedikit gen Z atau generasi setelahnya.

Sementara itu, terdapat riset yang mengungkapkan tren berfoto di kalangan generasi milenial. Indonesia Millennial Report 2019 oleh IDN Research Institute menunjukkan bahwa generasi ini setiap hari memfoto suatu objek sebanyak 2-5 kali.

Kemampuan fotografi mereka juga cukup diakui, salah satunya oleh fotografer profesional asal Semarang, Bambang RSD. Dalam wawancara sebuah wawancara, dia mengatakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta, perkembangan kualitas foto sangat luar biasa, baik dari segi hasil, keberanian, dan kreativitas. Sementara itu, Semarang masih membutuhkan gemblengan.

Oleh karena itu, dia pun menyetujui saat diminta menjadi salah satu juri lomba Foto Esai Marhaen dan Lomba Bangunan Cagar Budaya yang diadakan April 2021. Lomba ini khusus dibuka bagi generasi milenial di daerah Jawa Tengah yang tertarik dengan dunia fotografi. Foto yang dilombakan berupa aktivitas manusia sesuai tema.

Menurutnya, makna Marhaen itu, kadang-kadang dipersempit hanya sebagai petani. Tapi sebenarnya seluruh orang yang melakukan aktivitas mandiri, tidak memiliki karyawan dengan modal sendiri itu adalah kaum Marhaen.

Lomba foto seperti ini dapat menjadi wadah milenial menyalurkan hobinya, sekaligus menghidupkan dunia fotografi di Indonesia. Selain di Semarang, ada pula lomba foto Agrowisata Kota Pagaralam yang menjadi ajang unjuk kreativitas milenial. Lomba ini mengajak milenial mendukung pariwisata Sumatera Selatan lewat seni foto.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Setkab RI/Kepresidenan

Tags

Terkini

Ide Nama Bayi Islami yang Terinspirasi dari Asmaul Husna

Selasa, 21 September 2021 | 22:21 WIB

Meneladani Sifat Al-Qayyum dalam Asmaul Husna

Selasa, 21 September 2021 | 21:00 WIB

Surat Al Falaq | Keutamaan Surat Al Falaq

Selasa, 21 September 2021 | 19:12 WIB

Perbandingan Biznet dan IndiHome, Mana yang Lebih Unggul?

Selasa, 21 September 2021 | 17:35 WIB

Kelebihan dan Kekurangan Layanan Internet IndiHome

Selasa, 21 September 2021 | 16:40 WIB

Novel | Apa Saja Ciri dan Struktur Novel? Ini Infonya.

Selasa, 21 September 2021 | 12:00 WIB

Penjelasan Lengkap 99 Asmaul Husna Beserta dengan Artinya

Selasa, 21 September 2021 | 06:46 WIB

Novel | Inilah Jenis-Jenis Novel yang Perlu Kamu Ketahui

Selasa, 21 September 2021 | 06:23 WIB
X