Melihat dan Mendengar Buya Guzrizal Gazahar

- Jumat, 23 Juli 2021 | 22:18 WIB
Shalat Idul Adha di lapangan, di Surau Buya  Gusrizal.
Shalat Idul Adha di lapangan, di Surau Buya Gusrizal.


oleh : A.R Maturi

Salam Saudara Seiman di Ranah Minangkabau maupun di Rantau.

Karena di Bukittinggi tidak ada shalat Idul Adha di Lapangan Kantin, lapangan luas yang mempertemukan para perantau dengan handai taulannya di kampuang halaman, jadi pada hari raya Idul Adha 1422 H ini, kami mencari dimana ada masjid yang menyelenggarakan Shalat Idul Adha di lapangan, akhirnya dapatlah informasi bahwa di Surau Buya Guzrizal Gazahar ada dilaksanakan di lapangan.
.
Jamaah datang, disambut dengan protokol kesehatan yang ketat, walaupun shalat di lapangan terbuka, tetap ada jalur masuk ke lapangan dari satu arah, untuk bisa masuk ke jalur itu, terlebih dahulu sebelumnya sudah disambut oleh petugas yang memberikan masker dan mengarahkan jamaah untuk mengecek suhu tubuh terlebih dahulu. Dudukpun dijarakkan, selang seling. Ketika Shalat saja diarapatkan shaf, dengan surah pendek Al - A'la dan Al - Ghasiah, suara Buya Guzrizal ternyata aslinya bernada rendah namun lembut ditelinga.
.
Beberapa point khutbah Buya Gusrizal jadi catatan penting bagi saya, terutama soal PPKM dan ibadah di Masjid.

Saya mendengar sekali bahwa Beliau mengatakan " Saya tidak akan menyuruh orang berbondong bondong ke Masjid, karena pada dasarnya sebelum ada Covid 19 ini, masjid masjid yang rata - rata berkapasitas ratusan bahkan ribuan jamaah tidak ada yang pernah terisi 25%  ".

Mendengar itu, saya jadi teringat dalam beberapa perjalanan,  saat singgah di beberapa Masjid mewah, megah, satu shaf saja kadang tak terisi. Hal lebih jelas kemudian disampaikan Buya Gusrizal " Justru kami ( MUI Sumbar ) menganjurkan bagi yang dalam keadaan kurang sehat untuk shalat dirumah saja, bagi yang ingin meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah ini, juga boleh silahkan dirumah saja, ada Rukhsah ( Kemudahaan ). Sampai disini, saya tidak melihat dan mendengar bahwa upaya MUI Sumatera Barat mempersulit proses penanganan covid di Sumatera Barat.

Buya Gusrizal hanya tidak setuju menutup Masjid dan membiarkan masjid tak berkegiatan ibadah,  adapun bagi masyarakat yang sehat dan mampu melangkah ke Masjid, beliau tegaskan untuk jangan menganggap remeh wabah ini, dan tegas meminta jamaah dan pengurus pengurus masjid mematuhi protokol kesehatan saat beribadah, beliau juga jelaskan hukum memakai masker yang dibolehkan ketika sujud.
.
Terakahir beliau menegaskan, jikalau semua publik area dan fasilitas publik lainnya sudah harus ditutup dan wabah ini masih tidak terkendali, barulah Masjid ditutup, tegas beliau.  Lalu dimana salahnya MUI Sumbar yang bagi sebagian media dan beberapa tokoh bangsa dianggap tidak mau bekerjasama mengentaskan covid 19?

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Mengetahui Apa itu Kepemimpinan dan Model Kepemimpinan

Senin, 20 September 2021 | 22:51 WIB

3 Teori Kepemimpinan dan Syarat Pemimpin dalam Islam

Senin, 20 September 2021 | 22:37 WIB

Novel | Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Senin, 20 September 2021 | 22:19 WIB

Keunggulan Jual-Beli Online di TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 21:16 WIB

Cara Membeli Barang Online Lewat TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 18:09 WIB

Tips Menggunakan IndiHome Agar Internet Tetap Stabil

Senin, 20 September 2021 | 15:20 WIB

Cara Mengatasi Gangguan Internet Lemot IndiHome

Senin, 20 September 2021 | 13:55 WIB

Kerap jadi Suplemen Olahraga, Ini Manfaat Whey Protein

Senin, 20 September 2021 | 01:05 WIB
X