Terimakasih, karena Pak Kyai Kami Lebih Mengenal Siapa Buya Gusrizal

- Minggu, 25 Juli 2021 | 10:33 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Oleh : A.R Maturi

Masih dalam suasana hari tasyrik, beredar video wawancara resmi Kyai Ma'ruf dengan salah satu media online berpengaruh di Indonesia. Pada penjelasan tersebut wartawan menanyakan bagaimana pendapat Kyai Ma'ruf tentang Sikap MUI Sumatera Barat untuk tetap membolehkan beribadah di rumah ibadah? Jelas Kyai Ma'ruf sampaikan "  yang satu itu memang agak aneh " sambil tertawa.

Sebagai penikmat konten media sosial, saya tertarik mendalami senyum Kyai Ma'ruf saat menjawab pertanyaan itu, dijelaskan lagi oleh Kyai Ma'ruf bahwa MUI Pusat sudah ada panduan, dan panduan tersebut mestinya diikuti oleh seluruh MUI di provinsi. Akhirnya saya mencoba melihat semacam panduan atau fatwa dari MUI Pusat terkait dengan beribadah di masa wabah (fatwa No 14 Tahun 2020).

Kalau hanya sebatas sampai pada fatwa tersebut, memang bisa berkesimpulan seperti salah, seperti pernyataan pak kyai pada wawancara dengan media online Nasional tersebut. Rupanya setelah ditelusuri, untuk mengimpelementasikan fatwa itu, telah ada surat khusus tentang pelaksanaan fatwa tersebut (tgl 30 April 2020). Dalam surat itu ternyata pelaksanaan fatwa itu diserahkan kewenangan penuh kepada MUI Provinsi sesuai dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing.

Apakah surat ini luput dari bacaan pak kyai? Kalau iya, tentu kita sedih sekali bahwa yang kita dengar di wawancara tersebut adalah kekhilafan yang bisa disimpulkan terburu-buru pada kesimpulan yang menyatakan MUI Sumbar aneh bahkan menyimpang.

Disurat itu dijelaskan juga bahwa MUI di setiap provinsi di Indonesia diberikan kewenangan dan otoritas untuk menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait, menjabarkan kepada MUI Kab/Kota.

Terkait di Sumatera Barat, ketika kita ikuti pemberitaan di media konvensional maupun media sosial, kita melihat begitu runut dan indahnya komunikasi Ulama, Umara dan Ahli Kesehatan di Sumatera Barat. Diawali oleh pernyataan sikap MUI Sumbar (jelas sekali, itu baru keputusan lembaga)  yang kemudian dibahas dalam rapat bersama Gubernur dan Forkompimda tanggal 7 Juli 2021, didengarkan ahli medis juga dihadiri staff ahli Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

MUI Sumbar merumuskan sikap tersebut, sudah melalu rapat pimpinan, rapat komisi fatwa dan rapat koordinasi dengan MUI Kota yang termasuk ilayah PPKM. Rapat koordinasi di Aula Gubernuran tersebut, melibatkan kepala daerah dinyatakan masuk kategori PPKM. Setelah musyawarah maka barulah terbit pernyataan resmi Gubernur Sumatera Barat dan kota / kabupaten yang tentang point pelaksaaan ibadah di rumah ibadah.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Mengetahui Apa itu Kepemimpinan dan Model Kepemimpinan

Senin, 20 September 2021 | 22:51 WIB

3 Teori Kepemimpinan dan Syarat Pemimpin dalam Islam

Senin, 20 September 2021 | 22:37 WIB

Novel | Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Senin, 20 September 2021 | 22:19 WIB

Keunggulan Jual-Beli Online di TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 21:16 WIB

Cara Membeli Barang Online Lewat TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 18:09 WIB

Tips Menggunakan IndiHome Agar Internet Tetap Stabil

Senin, 20 September 2021 | 15:20 WIB

Cara Mengatasi Gangguan Internet Lemot IndiHome

Senin, 20 September 2021 | 13:55 WIB

Kerap jadi Suplemen Olahraga, Ini Manfaat Whey Protein

Senin, 20 September 2021 | 01:05 WIB
X