Satu Dosis Vaksin Disebut Tak Mampu Lawan Varian Delta Plus

- Kamis, 29 Juli 2021 | 02:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Varian baru mutasi Covid-19 terus bermunculan. Terbaru, Varian Delta Plus terdeteksi di Indonesia, tepatnya di wilayah Jambi dan Mamuju. Vaksinasi sampai saat ini masih menjadi senjata utama dalam mencegah penularan.

Ditemukannya Varian Delta Plus di dua wilayah Indonesia sudah sepatutnya menjadi perhatian utama semua orang. Bukan hanya masyarakat dengan memperketat protokol kesehatan, tetapi pemerintah juga agar meningkatkan testing genom untuk melacak evolusi virus.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, menerangkan salah satu sifat yang dimiliki Varian Delta Plus adalah resisten terhadap terapi antibodi, bahkan terhadap mereka yang sudah divaksin. Artinya, orang yang sudah divaksin tetap memiliki risiko terpapar varian dengan simbol AY.1 tersebut.

"Varian Delta Plus ini resisten terhadap terapi antibodi. Varian ini juga mengikat sangat kuat di reseptor ACE 2 yang artinya penularannya sangat cepat dan mudah. Pada beberapa obat uji, varian ini diketahui resisten serta bisa menurunkan efikasi respons antibodi tubuh. Bahkan pada orang yang sudah divaksinasi," ujar Dicky saat diwawancarai MNC Portal, Selasa 27 Juli 2021.

Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah vaksin covid-19 yang tersedia hingga saat ini cukup kuat melawan Varian Delta Plus?

Sunit K Singh, professor of molecular immunology and virology Institute of Medical Sciences Banaras Hindu University, menerangkan bahwa karena memiliki sifat mampu menghindar dari sistem imun dan punya kemampuan mengurangi efek terapi antibodi monoklonal, mutasi ini jadi sangat mengkhawatirkan.

"Karena kemampuan yang dimiliki seperti itu, satu dosis vaksin saja tidak cukup untuk menawarkan perlindungan pada tubuh," tegas Prof Singh di laman The Conversation

Lantas, bagaimana mereka yang sudah divaksin dua dosis, apakah efeknya juga sangat rendah untuk melawan Varian Delta Plus?

"Pada mereka yang sudah menerima dua dosis vaksin, bukti ilmiah mengungkapkan bahwa dua dosis menghasilkan antibodi yang cukup untuk menekan infeksi dan simtomatik, serta penyakit parah yang timbul jika virus tetap menyerang tubuh," paparnya.

Halaman:

Editor: Endrik Ahmad Iqbal

Sumber: Okezone.com

Terkini

Kaya Vitamin C, Ini Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan

Sabtu, 25 September 2021 | 10:15 WIB

Lingkungan: Definisi, Fungsi, dan Manfaatnya

Jumat, 24 September 2021 | 23:34 WIB

Waspada Pendarahan Otak, Berikut Cara Untuk Mencegahnya

Jumat, 24 September 2021 | 12:45 WIB

Kenali Penyebab dan Gejala Pendarahan Otak

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB
X