Ini yang Harus Dilakukan Penderita Diabetes Untuk Cegah Amputasi Kaki Akibat Komplikasi

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 12:18 WIB
Ilustrasi cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes. (Foto: Boldsky)
Ilustrasi cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Setiap tahun jumlah penderita diabetes terus bertambah. Bahkan pada tahun 2030, diperkirakan akan mencapai lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia. Sebagai salah satu negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, Indonesia akan turut terkena dampak epidemi tersebut.

Dilansir dari Okezone, statistik menunjukkan bahwa prosedur amputasi pada 6 dari 7 penderita kaki diabetik diawali dari sebuah luka sederhana. Padahal, 85 persen dari luka tersebut sebetulnya dapat dicegah dan ditangani dengan baik agar tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

Dokter spesialis luka lulusan Universitas Indonesia, Adisaputra Ramadhinara, mengatakan hal ini membuat pencegahan dan deteksi dini terhadap kaki diabetik menjadi sangat penting untuk mengurangi angka kejadian penderita luka diabetes dan risiko amputasi di kemudian hari.

Ia menyampaikan bahwa luka diabetes di kaki memerlukan penanganan khusus agar kesembuhan yang optimal dapat dicapai. Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan di bidang perawatan luka telah berhasil menekan angka amputasi.

"Penggunaan berbagai dressing modern untuk mengatasi infeksi dan menjaga agar suasana luka tetap lembap juga sangat diperlukan. Karena dalam suasana lembap, pertumbuhan jaringan baru menjadi lebih optimal dan proses penutupan luka oleh sel kulit baru bisa terjadi dengan lebih cepat," kata dr Adisaputra dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Minggu (1/8/2021).

Ia juga tidak menganjurkan penggunaan kain kassa sebagai penutup luka, karena tidak dapat menjaga kelembapan daerah luka dan bisa meningkatkan risiko infeksi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bakteri dapat menembus hingga 64 lapisan kassa. Hal ini membuat kassa bukanlah penutup luka yang ideal.

Selain itu, pengendalian kadar gula darah harus dilakukan secara optimal agar proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik. Selama menjalani perawatan, kaki yang sedang terluka juga harus diistirahatkan dan tidak boleh menjadi tumpuan beban.

Saat ini perawatan luka selalu mengedepankan pentingnya kerja sama multidisiplin. Pada kasus luka diabetik di kaki, perawatan luka dapat ditangani oleh dokter spesialis luka. Namun, bilamana terjadi penyumbatan pembuluh darah di kaki, maka diperlukan keterlibatan spesialis vaskular untuk tindakan revaskularisasi atau perbaikan aliran darah ke tungkai guna menunjang proses penyembuhan luka yang optimal. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

3 Perbedaan Proses Penuaan Manusia Berdasarkan Gender

Selasa, 28 September 2021 | 04:25 WIB

Mobil Terbang Vinata dengan Tenaga Listrik Buatan India

Selasa, 28 September 2021 | 03:20 WIB

Perbedaan Thrift Shop dan Preloved

Senin, 27 September 2021 | 22:28 WIB

Penyebab Komedo Hitam (Blackhead) dan Cara Mengatasinya

Senin, 27 September 2021 | 21:57 WIB

Face Wash untuk Menghilangkan Komedo di Bawah 50 Ribuan

Senin, 27 September 2021 | 21:54 WIB

6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membeli Baju Thrift

Senin, 27 September 2021 | 21:46 WIB

Mengenal Thrifting yang Lagi Hits di Kalangan Anak Muda

Senin, 27 September 2021 | 17:28 WIB
X