Sosok Abah Landoeng Dalam Lagu Oemar Bakri, Ternyata Orang Paling Berjasa Bagi Iwan Fals

- Jumat, 25 November 2022 | 10:37 WIB
Abah Landoeng sosok paling berharga bagi Iwan Fals (foto:  Instagram @iwanfals)
Abah Landoeng sosok paling berharga bagi Iwan Fals (foto: Instagram @iwanfals)
HARIANHALUAN.COM – Salah satu lagu legend dari Iwan Fals yang berjudul Oemar Bakri ini maknanya cukup mendalam. 
 
Lagu yang berjudul Oemar Bakri ini tergabung dalam album bertajuk Sarjana Muda
 
Lagu Oemar Bakri pun berisi satire atau kritik kehidupan sosial. 
 
Namun, dari hal semacam itu pun menjadikan lirik lagu ini mudah ditebak karena beirisi tentang nasib guru di tanah air pada zaman dulu. 
 
Alih-alih ternyata, lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals itu terinspirasi dari Abah Landoeng lalu ditulislah menjadi lagu dengan judul Oemar Bakri
 
Abah Landoeng sendiri adalah guru Iwan pada saat menimba ilmu di Bandung. 
 
Namun, tak hanya Iwan saja murid dari Abah Landoeng itu! Akan tetapi, sederet nama beken lainnya pun pernah menjadi murid Landoeng. 
 
Dikutip Harianhaluan.com dari okezone.com, nama-nama beken yang pernah menjadi murid Landoeng ialah Didi Petet, Euis Komariyah, dan Ridwan Kamil. 
 
Potret Abah Landoeng itu pun digambarkan dalam lagu Oemar Bakri yang berpenampilan sederhana lalu membawa sepeda berjalan di jalan berlubang.
 
Landoeng digambarkan selalu membawa tas hitam dari kulit buaya merupakan guru asal Bandung yang lahir pada 1926. 
 
Setelah lulus dari sekolah menengah atas, ia sering berjalan-jalan menggunakan sepeda kumbangnya di jalanan. 
 
Kemudian, ia pun mempunyai naluri untuk mengajar karena setiap kali berjalan-jalan selalu ingin bertanya kepada orang yang ditemuinya. 
 
Misalnya ia selalu bertanya, termasuk kepada kuli dan petani, apakah mereka bisa membaca atau tidak. Jikalau tidak, maka ia dengan senang hati akan mengajarinya. 
 
Setelah perjalanannya waktu, Landoeng terus mengabdi menjadi guru. Bahkan, terlebih juga pada pascakemerdekaan, saat itu buta huruf masih merajalela. 
 
Ia pun pernah diberangkatkan oleh Presiden Soekarno ke Malaysia pada 1963, tujuan utamanya untuk membantu memberantas buta huruf di Negeri Jiran itu. 
 
Sebelum ia diberangkat ke Malaysia, pada tahun 1955, ia dipercaya menjadi panitia Konferensi Asia Afrika yang dihelat di Bandung lalu bertugas untuk menyiapkan kendaraan. 
 
Sosok Abah Landoeng (Oemar Bakri) pun turut andil karena ia telah banyak mengantarkan anak didiknya memjadi seseorang tokoh di negeri ini. 
 
Misalnya, menteri, doktor, professor, dan insinyur seperti yang dituliskan dalam lagu Oemar Bakri
 
Landoeng sendiri pada tahun 2002, memutuskan bersepeda ke Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji dan memerlukan waktu tempuh selama 14 bulan untuk pulang-pergi.***

Editor: Mufrod

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X