Kasus Prank KDRT Baim Wong dan Paula Naik Proses Penyidikan, atau Digantung?

- Selasa, 6 Desember 2022 | 14:37 WIB
Ternyata Ada yang Lebih Gila dari Nikita Mirzani, Baim Wong Namanya: Duit Loe Kurang Apa Gimana Sih (Instagram @baimwong)
Ternyata Ada yang Lebih Gila dari Nikita Mirzani, Baim Wong Namanya: Duit Loe Kurang Apa Gimana Sih (Instagram @baimwong)

 

HARIANHALUAN.COM – Baim Wong dan Paula Verhoeven terlibat kasus video prank Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan sedang menjadi sorotan mengenai hal tersebut.

Masalah ini berawal dari prank KDRT yang dibuat oleh Baim Wong dan Paula Verhoeven sebagai konten YouTube yang di unggah pada Minggu 2 Oktober 2022  terkait  Baim KDRT, Paula Jalani Visum.

Dalam video tersebut nampak  Baim Wong maupun Paula merencanakan membuat laporan KDRT bertujuan prank. Lalu mereka mendatangi salah satu kantor polisi di Jakarta Selatan untuk membuat laporan polisi.

Baca Juga: Mengenal Sejarah dan Nama Asli KUHP Sejak Era Soekarno

Setibanya di kantor polisi, Paula menyatakan mengalami KDRT dari Baim Wong. Hal tersebut membuat Polisi kaget atas pengakuan sang model.

Paula mengobrol dengan petugas tidak lama, kemudian tiba-tiba Baim Wong datang dan polisi baru mengetahui jika itu merupakan prank.

Perbuatan Baim Wong dan Paula menuai kemarahan beberapa pihak. Setelah Baim dan Paula justru menuai banyak kecaman baru video tersebut dihapus. Keduanya mendatangi Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan meminta maaf secara langsung.

Baca Juga: 3 Kali Gempa Guncang Jember Hari Ini, Paling Dahsyat M6,2

Baim Wong dan Paula dilaporkan oleh pelapor berbeda- beda, Salah satu pelapornya merupakan Sahabat Polisi, Tidak terima laporan yang semestinya serius malah dijadikan bahan lelucon.

Laporan dibuat 3 Oktober 2022 serta terdaftar dengan nomor LP/B/2386/X/2022 Polres Metro Jakarta Selatan. Baim dan Paula dijerat dengan Pasal 220 KUHP tentang laporan bohong.

Kasus prank laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) palsu yang diduga dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven saat ini statusnya naik ke tahap penyidikan. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengungkapkan hal tersebut.

Baca Juga: Mengulik Sejarah Panjang Pembuatan dan Pengesahan RKUHP Pasca Redupnya Kekuasaan Soekarno

 “Iya betul masuk tahap penyidikan,” terang Nurma, Selasa (6/12/2022).

Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan telah menemukan terdapat unsur pidana dalam kasus tersebut.

Halaman:

Editor: Hadi Suprapto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X