Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Ini Pendapat Bens Leo Soal Lagu 'Lathi' yang Dituding Punya Unsur Mistis

Ini Pendapat Bens Leo Soal Lagu 'Lathi' yang Dituding Punya Unsur Mistis
Pengamat musik Indonesia, Bens Leo 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Lagu Lathi milik Weird Genius yang berkolaborasi dengan Sara Fajira menjadi perbincangan di publik lantaran lagu tersebut dikatakan memiliki unsur mistis karena terselip lirik bahasa Jawa di tengah-tengah lagu.

Lagu tersebut juga menjadi fenomenal lantaran video klipnya yang mengusung etnik-etnik budaya Jawa semakin menambah aura mistis. Saking fenomenalnya, lagu Lathi bahkan diharamkan oleh salah seorang ustaz di Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, pengamat musik Indonesia, Bens Leo memaparkan sejumlah pendapatnya mengenai kepopuleran lagu Lathi yang mendunia.

"Ini artinya lagu itu sukses untuk menarik penggemar terutama pada liriknya karena lagu itu jadi populer di Indonesia dan dunia. Lagu Lathi, lewat lirik, melodi, aransemen dan video klipnya itu sangat kuat," ujarnya.

Baca Juga : Webinar Kemenpora Hadapi Olimpiade 2032,  Syahrial Bakhtiar: Penerapan Sport Science Mutlak Diperlukan 
Baca Juga : Tanpa gejala, Bupati Aceh Singkil dan Isteri Positif Corona


"Kalau video klipnya lepas maka nggak sekuat itu dengan di tengahnya ada lagu Jawa yang kuat dan ditulis oleh Sara Fajira. Sara menyanyi dengan baik, bahawa Jawa serta artikulasinya baik. Ditambah ada unsur seperti wayang kulit, unsur debus jadi kuat unsur mistisnya," sambungnya.

Ia menambahkan Lathi berasal dari bahasa Jawa yang berarti bibir maka bila diartikan maknanya, lagu Lathi berarti seseorang harus bertanggung jawab dengan apa yang ia ucapkan.

"Lathi ini bahasa Jawa itu bibir atau mulut, lirik yg pendek itu menjawab teks bahasa Inggris artinya seseorang itu harus bertanggung jawab apa yang dia utarakan," bebernya.

Menurut Bens Leo, lagu-lagu yang dianggap mistis sebenarnya tak ada melainkan ia memberi pelabelan lagu tersebut sebagai unsur seni artistik.

"Ternyata lagu itu adalah unsur artistik bukan mistis atau apapun. Menurut saya lagu itu pure hanya seni bukan mistis. Di era digital ini mau negatif atau positif ya hanya menjadikan lagu yang membuat keberuntungan untuk para musisi," tukasnya. (*)
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Ikuti kami di