Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Wantimpres Minta Perlu Adanya Sanksi Kuat agar Covid-19 Tak Dianggap Biasa

Wantimpres Minta Perlu Adanya Sanksi Kuat agar Covid-19 Tak Dianggap Biasa
Anggota Wantimpres, Agung Laksono. 

HARIANHALUAN.COM - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono mengatakan, perlu diterapkan sanksi yang kuat agar tak ada lagi yang menganggap penyakit Covid-19 biasa saja.

Menurutnya, keliru jika penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2 hanya main-main dan masih perlu menjalankan protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan penyanitasi tangan hingga menjalankan prosedur bersin dan batuk dengan benar. 

Untuk dapat menurunkan angka penularan SARS-CoV-2, tidak mungkin hanya pemerintah yang mengatasi, tetapi masyarakat juga harus memahami bahwa situasi pandemi Covid-19 sekarang ini tidak main-main. Sedangkan, beberapa daerah sudah melepaskan PSBB meskipun angka kasus Covid-19 belum menunjukkan penurunan.

“Beberapa negara yang masih mencari vaksinnya saja posisi optimistisnya saja baru ketemu awal 2021. Jadi selama belum ada vaksinnya, harusnya tidak mudah melepaskan pembatasan sosial berskala besar. Kecuali angkanya menunjukkan penurunan, seperti Jawa Barat, misalnya,” terang Agung Laksono, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga : Ulang Tahun ke-60, Pemeran Zorro Ini Umumkan Positif Covid-19
Baca Juga : Pemprov Sumbar Dukung Kebijakan All Out untuk Antisipasi Covid-19


Sementara, upaya penurunan Covid-19 yang sudah dilakukan yakni, memberikan penjelasan pada publik secara terus menerus soal bagaimana menjalankan normal baru atau adaptasi kebiasaan baru secara benar dengan tetap melakukan protokol kesehatan. Jajaran TNI-Polri, Satpol PP dan tokoh masyarakat perlu turut memberi edukasi bahwa protokol kesehatan itu harga mati guna menekan penularan virus korona baru tersebut.

Semangat pemerintah pusat dalam upaya menurunkan angka penularan Covid-19 harus dilarikan ke daerah dengan cepat, termasuk juga dalam mengembalikan gairah perekonomian. Salah satunya dengan membantu usaha kecil dan menengah (UKM) untuk dapat bertahan dalam kondisi krisis kesehatan yang berdampak ke sektor perekonomian. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Tags
Corona
Ikuti kami di