Harianhaluan.com

Harianhaluan.com

Jenderal di Bareskrim Bikin Surat Jalan Djoko Tjandra Tanpa Izin Pimpinan, Sanksi Tegas Menanti Jika Terbukti Melanggar

Jenderal di Bareskrim Bikin Surat Jalan Djoko Tjandra Tanpa Izin Pimpinan, Sanksi Tegas Menanti Jika Terbukti Melanggar
Penampakan surat jalan untuk Djoko Tjandra  

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo tengah diperiksa Divisi Propam Polri. Pemeriksaan terhadap jenderal bintang satu itu terkait pembuatan surat jalan untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri mengakui bila surat itu dibuat oleh Prasetyo. Namun pembuatan surat itu disebut Argo atas inisiatif Prasetyo sendiri.

"Jadi dalam pemberian surat jalan tersebut bahwa kepala biro tersebut adalah inisiatif sendiri dan nggak izin sama pimpinan," kata Argo dalam konferensi pers itu, Rabu (15/7/2020).

Argo mengatakan saat ini pemeriksaan terhadap Prasetyo masih berlangsung. Sanksi tegas menanti jenderal bintang satu itu bila terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga : Gegara Covid-19, 51 Perusahaan di DKI Jakarta Ditutup
Baca Juga : Satgas Monitoring Belajar Tatap Muka, Jika Kondisi Tak Aman Sekolah Tutup Kembali


"Ini bagian pembelajaran buat personel Polri yang lain. Jadi kita ingin menegakkan aturan, kemudian kita commit sesuai dengan apa yang Pak Kapolri katakan kepada seluruh anggota kepolisian baik di tingkat Mabes maupun jajaran semua ada reward dan punishment," imbuh Argo.

Perihal 'surat jalan' itu awalnya diungkap Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) tetapi nama institusinya tidak disebutkan. Belakangan Indonesia Police Watch (IPW) membeberkan lebih detail soal 'surat jalan' untuk Djoko Tjandra itu.

"Dari data yang diperoleh IPW, Surat Jalan untuk Joko Chandra dikeluarkan Bareskrim Polri melalui Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS, dengan Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas, tertanggal 18 Juni 2020, yang ditandatangani Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo. Dalam surat jalan tersebut Joko Chandra disebutkan berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19 Juni dan kembali pada 22 Juni 2020," kata Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW dalam keterangan persnya.

Neta pun mempertanyakan urgensi Brigjen Prasetyo Utomo mengeluarkan 'surat jalan' itu. Dia mendesak agar Brigjen Prasetyo Utomo diperiksa Propam Polri. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Ikuti kami di