Logo Harianhaluan

Kasat Pol PP Padang Dilaporkan, Miko Kamal: Ulah Andre Rosiade

Kasat Pol PP Padang Dilaporkan, Miko Kamal: Ulah Andre Rosiade
Miko Kamal 

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Kasus pelaporan Kasat Pol PP Padang, Alfiadi masih terus bergulir di Kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat. Pasalnya, Alfiadi dituduh telah melakukan pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada Serentak 2020.

Alfiadi sendiri dilaporkan oleh seseorang yang mengaku merupakan warga Padang bernama Defrianto Tanius. Bentuk pelaporan tersebut, karena yang bersangkutan (Alfiadi) membayarkan biaya operasional posko sebesar Rp150 juta kepada pemilik atas nama Muharamsyah diketahui telah meninggal dunia pada bulan Mei 2020 lalu.

Baca Juga : Kecuali Inhu dan Rohul, 6 Kepala Daerah di Riau Serentak Dilantik 26 April

Menyikapi hal itu, Kuasa Hukum Pasangan Calon Nomor 4 Mahyeldi-Audy Joinaldi, Miko Kamal menyebutkan pelaporan Alfiadi ke Bawaslu karena ada unsur politik di dalamnya dan ia mengatakan bahwa isu tersebut sengaja dimunculkan oleh Andre Rosiade.

"Dalam pelaporan tersebut, sangat kental unsur politiknya dan isu tersebut pertama dimunculkan oleh Andre Rosiade dengan mengirim beberpa group Whatshap," sebut Miko kepada wartawan di Padang, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga : Pilkada 2020 Sukses, Wabup Sabar Puji Kinerja Pengawasan Bawaslu

Ditambahkannya, sebagai pejabat negara, hal tersebut merupakan upaya yang tidak baik dilakukan oleh seorang Andre Rosiade yang sebagai Ketua DPD Gerindra Sumbar serta sebagai salah satu partai yang menggadang-gadangkan Paslon Nomor Urut 2 NA-IC.

"Dalam beberapa group Whatshap yang bersangkutan (Andre Rosiade) Kasat Pol PP membiayai posko dan segala macam. Isu tersebut adalah untuk menggerus suara Mahyeldi-Audy," terangnya lagi.

Baca Juga : Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Publikasikan Hasil Pengawasan Pilkada

Dijelaskan Miko, mengingat pesta demokrasi pemilihan Gubernur Sumbar sudah semakin dekat. Jadi, berbagai upaya yang dilakukan, termasuk pelaporan tersebut sehingga mengganggu masyarakat Kota Padang yang rata-rata simpatik kepada Buya Mahyeldi.

"Paling besar mendapatkan suara terbanyak di ibukota Provinsi Sumbar adalah Buya Mahyeldi. Bahkan dari hasil survey beberapa lembaga survey, Mahyeldi-Audy mendapatkan 70 persen suara di Kota Padang," tutupnya. (*)

Baca Juga : MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di Inhu dan Rohul

Reporter : Buliza Rahmat | Editor : Heldi Satria