Logo Harianhaluan

Hampir Serupa, Kenali Perbedaan Covid-19 dan Kanker Paru

Hampir Serupa, Kenali Perbedaan Covid-19 dan Kanker Paru
Ilustrasi kanker paru. Dok kompas.com 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dokter RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. Sabrina Ermayanti, SpP (K), FISR, FAPSR menjelaskan, Covid-19 dan kanker paru merupakan penyakit yang sangat berbeda. Corona adalah penyakit infeksi menular. Sedangkan kanker paru adalah penyakit keganasan yang bisa dicegah.

"Jadi yang sulit gejalanya hampir sama. Kanker paru dan covid-19 tandanya batuk juga, sesak nafas, demam. Tapi yang beda sedikit pada demamnya, kalau pasien Covid-19 tinggi tapi kanker paru demamnya hilang-hilang timbul," kata Sabrina seperti dtayangkna dalam YouTube RRI Padang dikutip Harianhaluan.com, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : Pria Lajang Lebih Berisiko Terkena Penyakit Mematikan Ini

Kendati demikian, kata Sabrina, kanker paru bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan bisa juga terinfeksi sekunder seperti demam tinggi. Jadi yang menyebabkan hampir sama keluhannya.

"Mak kita harus waspada terhadap Pandemi Covid-19. Bisa dironsen bahwa ini sebagai kemungkinan karena kanker paru, dari hasil ronsen akan berbeda walaupun secara gejala hampir sama," tegas Sabrina.

Baca Juga : Dokter Maxi: Percepatan Vaksinasi Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

Sabrina menambahkan, saat ini banyak yang salah memahami tentang pengertian Covid-19. Apalagi masyarakat takut diklaim sebagai suspect Covud-19 sehingga mereka khawatir datang ke rumah sakit.

"Sementara di rumah sakit kita harus waspada dengan Covid-19 karena penyebarannya sangat cepat dan kita harus mencegah jangan sampai terjadi penularan yang masih di masyarakat," ujar Sabrina.

Baca Juga : Sumbar 155 Kasus, Jabar dan DKI Terbanyak Penambahan Positif Covid-19 Sabtu Ini

Sabrina menyebutkan, salah satunya cara mencegah penularan dengan mendiagnosis secepat mungkin. Untuk mendiagnosis secara cepat harus dilakukan swab test. Setiap pasien dengan gejala respirasi harus di skrinning Covid-19 dulu.

"Karena gejalanya sama kalau skrinning secara Covid-19 tidak mendiagnosis sebagai Covid-19 akan kita lanjutkan ke diagnosis berikutnya," ucap Sabrina.

Baca Juga : Ini Tips Mencegah Dehidrasi Kulit saat Berpuasa

Sabrina mengakui saat dilakukan swab memang terjadi penundaan pemeriksaan beberapa saat. Sebab pasien harus dilakukan skrinning swab dan menunggu hasilnya.

"Inilah yang diusahakan di M. Djamil agar tidak terlalu lama. Mungkin dilakukan rapidbtest antigen karena ini lebih memperpendek waktu pemeriksaan," ujar Sabrina.

Namun jika tidak dilakukan tes antigen, kata Sabrina, dapat merugikan pasien dan juga menimbulkan masalah bagi tenaga kesehatan, serta menimbulkan wabah yang tidak terkendali.

"Bagi pasien kalau tidak diskrinning Covid-19 akan menyebabkan kondisi bertambah menurun sehingga jadi tidak teratasi," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana