Logo Harianhaluan

Menko Perekonomian Airlangga Donor Plasma Konvalesen

Menko Perekonomian Airlangga Donor Plasma Konvalesen
Menko Perekonomian Airlangga Donor Plasma Konvalesen 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen yang berlangsung di kantor pusat PMI, Jakarta, Senin (18/1/2021), Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menjadi salah satu pendonor plasma konvalesen.

Airlangga, menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy adalah salah satu penyintas Covid-19.

Baca Juga : Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1442 H

"Yang saya hormati menteri koordinator bidang perekonomian bapak Airlangga Hartarto yang pada hari ini menjadi salah satu penyintas yang mendonorkan konvalesennya," ujar Muhadjir saat memberikan sambutan.

Saat diberi kesempatan berbicara, Airlangga mengucapkan rasa syukur bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.

Baca Juga : Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, BLT dan Bansos Harus Disiapkan

"Pertama, berterima kasih alhamdulillah diberi kesempatan untuk menjadi pendonor plasma dan donor ini sudah dipersiapkan beberapa hari yang lalu di-screening oleh dokter," ujarnya.

"Alhamdulillah kalau lulus berarti alhamdulillah sehat dan ini bagian dari syukur nikmat. Tadi pak Ketua Umum PMI (Jusuf Kalla) mengatakan ini adalah bagian dari syukur nikmat," lanjutnya.

Baca Juga : Hari Ini Buruh Bakal Demo Besar-besaran di Depan MK, Polda Metro Jaya: Rekayasa Lalin Situasional

Airlangga yang juga menko perekonomian itu mengungkapkan langkah ini dilakukan untuk mendorong sesama yang membutuhkan.

"Kita punya yang sembuh itu 728 ribu dan tentunya ini sangat membutuhkan donor plasma konvalesen dan dengan gerakan ini diharapkan lebih banyak masyarakat yang akan mendonorkan plasma," kata Airlangga.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Kritisi Kebijakan Pemerintah Soal Alih Fungsi Lahan

"Tadi disampaikan pak Menko PMK (Muhadjir Effendy), perawatan dengan plasma ini, kalau dia sedang dan ringan itu sembuh 100% dan tentunya bagian dari 3T. Dan oleh karena itu treatment menjadi penting apalagi kita mengalami kenaikan (kasus konfirmasi positif Covid-19) di berbagai provinsi," lanjutnya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia