Logo Harianhaluan

200 Km Jalan Trans Mentawai Belum Dibangun

200 Km Jalan Trans Mentawai Belum Dibangun
Jalan Trans Mentawai. Dok Kemenko Marves RI 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sekira 200 kilometer (km) jalan Trans Mentawai. Panjang jalan Trans Mentawai mencapai 360 kilometer yang tersebar di Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan.

"Paling utama saat ini adalah masalah jalan Trans Mentawai, ada sekitar 200 kilo lagi yang belum dibuka, mudah-mudahan untuk hambatan di lapangan tidak ada lagi," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat kunjungan ke Mentawai, kemaren.

Baca Juga : Penyekatan Mudik, Kapolda Sumbar: Belum Ada yang Nekat Menerobos

Bagi Nasrul Abit, prioritas saat ini salah satunya adalah jalan trans harus segera dibangun agar perekonomian masyarakat disini bisa berjalan, apalagi bila Pelabuhan Labuhan Bajau selesai dan Jalan Lingkar selesai tentu perekonomian masyarakat pun bangkit.

"Harapan kita kedepannya, rencana pembangunan akan berjalan dengan baik, serta dukungan dari masyarakat setempat," harap Nasrul Abit.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Positif: 300, Sembuh: 302, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Seperti diketahui,Kemenko Marves melakukan kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke Mentawai dan Padang, Provinsi Sumbar beberapa waktu lalu Dalam kunker itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ridwan Djamaluddin menyatakan, pemerintah mempunyai konsep besar agar Mentawai dapat segera terbuka keterisolasiannya dan juga sekaligus mengangkat status Mentawai dari yang awalnya daerah tertinggal.

"Terkait pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan dan pelabuhan, karena kami memandang Mentawai adalah bagian dari Republik Indonesia yang tidak boleh ditinggalkan, berbagai infrastruktur tersebut akan berguna untuk masyarakat. Seharusnya tahun ini targetnya, tetapi dampak dari pandemi maka relokasi anggaran, tetapi untuk tahun depan akan dipertimbangkan. Sebagian sudah dilakukan pembukaan jalan dan sebagian pelabuhan sudah dibangun di Labuhan Bajau, kemarin sudah kita tinjau dan sudah 70% pembangunannya," ujar Deputi Ridwan dikutip dari Kemenko Marves, Senin (10/8/2020).

Deputi Ridwan kemudian mengungkapkan, saat mengadakan kunjungan ke Mentawai kemarin dan sempat berbincang dengan masyarakat asli Mentawai, ia pribadi merasa sangat tersentuh.

“Harapan mereka yang pertama adalah ada perbaikan kehidupan, dan yang menarik mereka juga minta diberikan pelatihan atau pendampingan, ibaratnya tidak hanya diberikan ikan, tetapi juga pancingnya. Dan menurut saya pribadi itu sangat sangat penting. Oleh karenanya kami ingin menghadirkan negara dengan melibatkan investor swasta, dan tugas pemerintah adalah fasilitasi agar niat investor ini dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana