Logo Harianhaluan

Awas Virus Nipah! Defriman Djafri Ph.D: Jaga Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan

Awas Virus Nipah!  Defriman Djafri Ph.D: Jaga Sanitasi dan Kebersihan Lingkungan
Defriman Djafri Ph.D (Antara) 

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran Virus Nipah di Tanah Air, peternak harus menjaga sanitasi  dan kebersihan lingkungan  dengan baik.

Demikian diiingatkan Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (sumbar) Defriman Djafri Ph.D saat  dihubungi  Antara di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Baca Juga : Batch Ketiga, 1.389.600 Dosis Vaksin Jadi AstraZeneca Tiba di Tanah Air

"Ada tiga komponen yang perlu diperhatikan terkait virus Nipah. Pertama, agen atau virusnya sendiri, kedua personal, yakni orang yang wajib menjaga sanitasi dan ketiga lingkungan," kata Defriman.

Ia mengatakan kebersihan pribadi, terutama sanitasi dan lingkungan, harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh, sebab virus Nipah termasuk kategori zoonosis atau penyakit yang ditularkan oleh hewan.

Aspek lingkungan akan berpengaruh besar pada perilaku sehingga berkaitan erat dengan risiko penularan virus. Oleh sebab itu, para peternak harus betul-betul memerhatikan aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan agar tidak tertular.

"Baik itu peternakan rumahan maupun dalam skala industri," ujar Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Ia mengatakan gejala yang selama ini terjadi pada penderita misalnya di Malaysia yakni demam dan sakit kepala yang juga mirip dengan gejala COVID-19.

Beberapa kejadian terutama di Malaysia, diketahui orang yang terpapar virus Nipah juga tanpa gejala, kemudian masa inkubasi virus juga bervariasi mulai dari empat hingga 21 hari.

Namun, dari beberapa kejadian, yang paling dikhawatirkan akibat serangan virus tersebut ialah pada bagian otak atau semacam radang otak yang bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian.

Virus Nipah masuk ke dalam 10 besar daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tinjauan patogen yang memicu kedaruratan kesehatan masyarakat. Virus ini pertama kali merebak di Malaysia 1998 silam, di Kampung Sungai Nipah. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Antara