Logo Harianhaluan
Home »

riau

Dugaan Penganiayaan terhadap Cep Permana Galih Mulai Diusut Polisi

Dugaan Penganiayaan terhadap Cep Permana Galih Mulai Diusut Polisi
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya. 

PEKANBARU,HARIANHALUAN.COM-Dugaan penganiayaan terhadap Cep Permana Galih, mulai diusut pihak kepolisian Polresta Pekanbaru, Riau.

Dikonfirmasi Haluanriau.co, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, membenarkan adanya laporan ini.

Baca Juga : Sambut Ramadhan, Tiga Mushala Sekaligus Dibersihkan Pemuda Pulau Kumpai

“Sudah ditangani oleh penyidik untuk dalami penyelidikan,” singkat Kombes Pol Nandang, seperti dilansir haluanrau.co, Senin (1/2/20210.

Sebelumnya, Cep Permana Galih,  Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lancang Kuning mengaku dianiaya dan diancam sekelompok.

Baca Juga : Karhutla Mulai Sirna di Kepulauan Meranti

Dari informasi yang dihimpun haluanriau.co, peristiwa yang menimpa Cep itu terjadi pada Kamis (28/1) sekitar pukul 21.40 WIB. Saat itu, Cep dan seorang rekannya berinisial AGS dihampiri empat orang di Sekretariat BEM Fakultas Ekonomi Unilak, karena sering mengkritisi kebijakan sang rektor.

Saat itu, mereka meminta Cep untuk tidak lagi melakukan demonstrasi. Selain itu, Cep juga diminta untuk membuat video klarifikasi permintaan maaf kepada rektor. Jika tidak melakukannya, mereka mengancam akan menikam aktivis kampus itu.

Baca Juga : Kampung Percontohan Tertib Lalulintas,Tim Korlantas Polri Apresiasi KPRI I Kelurahan Perawang

Tidak sampai di situ, di antara pelaku juga ada yang memukul sekat pembatas di Sekretariat BEM hingga berlubang. Mereka kemudian memukul dan menampar Cep dan AGS yang berupaya melerai aksi pelaku.

Atas kejadian itu, Cep kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Prima Pekanbaru untuk mendapat perawatan.

Baca Juga : Pendaftaran Calon Ketua DPC AAI Pekanbaru Dibuka, Ini Syaratnya

Keesokan harinya, Cep bersama Kuasa Hukumnya membuat laporan ke Polresta Pekanbaru, dengan Surat Tanda Terima Laporan (STTL) Nomor : STTLP/077/I/2021/SPKT UNIT II/RESTA PKU.

Sebelumnya, pihak Unilak menyampaikan, Rektor Unilak Junaidi tidak pernah menyuruh orang lain untuk bertemu dengan Cep, apalagi untuk melakukan penganiayaan.

“Adanya pengakuan sepihak tanpa bukti adalah sebuah fitnah dan berita bohong,” ujar Wakil Rektor III Unilak, Bagio Kadaryanto, dalam keterangan tertulis yang diterima haluanriau.co, Minggu (31/1) kemarin.

 “Sebagai orang berbudaya dan akademisi, sangat tidaklah mungkin Pak Rektor melakukan cara-cara yang dituduhkan,” sambung dia.

Lanjut dia, Cep Permana Galih bukanlah Presma BEM di perguruan tinggi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada surat keputusan (SK) yang dikeluarkan.

Untuk itu, pihak Unilak mendukung langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Unilak mempertimbangkan menempuh jalur hukum atas pencemaran nama baik dan fitnah atas tuduhan tersebut,” tegas Wakil Rektor.

“Adanya tuduhan itu merusak nama baik insitusi dan kampus Unilak,” pungkas pria bergelar doktoral itu. (*)

Editor : Dodi | Sumber : Haluanriau.co