Logo Harianhaluan

BPN Sumbar Siapkan 732 Bidang Pengadaan Tanah Tol Padang-Pekanbaru Tahap II

BPN Sumbar Siapkan 732 Bidang Pengadaan Tanah Tol Padang-Pekanbaru Tahap II
Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumbar berencana pengadaan tanah proyek Jalan Tol Padang-Pekanbaru di tahap kedua ini akan dilakukan sebanyak 732 bidang, dengan panjang 32,40 meter dan luas perencanaannya 281,05 hektare.

"Hasil identifikasi kami jumlah bidangnya sebanyak 1,484 bidang ( 497,81) persen inilah realisasinya. Kemudian luasya dari 281,05 menjadi 293,5 hektare, 104,26 persen dari perencanaan," sebut Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful, kemarin.

Baca Juga : Penyekatan Mudik, Kapolda Sumbar: Belum Ada yang Nekat Menerobos

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com 

Oleh karena itu, kata Saiful, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebanyak 63 bidang lagi dan hal itu sudah diusulkan hanya menunggu hasilnya. Kalau hasilnya sudah turun mungkin langsung Minggu besok sudah bisa dilanjutkan.

Saiful menuturkan, sekarang dalam penilaian oleh tim panitia pengadaan tanah (P2T) dan Pengadaan Tanah, sebanyak 704 bidang dan seluruhnya ada 1.132 bidang lagi belum dilakukan uji R.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Positif: 300, Sembuh: 302, dan Meninggal Dunia 3 Orang

"Dan akan segera diupayakan secepatnya kalau bisa sebelum hari raya ini sudah selesai, namun ada yang tidak dibayar yaitu fasilitas umum kita ingin melakukan penyelesaian secepatnya," ujar Saiful.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Sebelumnya diberitakan, Kanwil ATR/BPN Sumbar memberikan Uang Ganti Rugi (UGK) pembebasan tanah kepada masyarakat terdampak proses pengadaan tanah jalan tol Padang-Pekanbaru penlok kedua Padang-Sicincin-Kapalo Hilalang. Penggantian dilaksanakan melalui Kantor BPN setempat dengan nilai sebesar Rp8 miliar lebih.

Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful mengatakan, pembayaran ganti rugi tahap ini sepanjang titik 4,2 kilometer sampai 36,6 kilometer untuk 18 penerima dari 24 bidang tanah yang terukur. Enam bidang tanah diantaranya yang terukur adalah fasum dan fasus tidak diberi ganti rugi.

"Untuk hari ini sebanyak 18 orang dengan nominal sekitar Rp8 miliar lebih. Alhamdulillah sejak kami terima penlok (penetapan lokasi) dari bapak Gubernur, kami diskusikan. Tanggal 12 Juli kami kerja, setelah itu kelapangan, alhamdulillah berjalan lebih kurang 4 bulan," papar Saiful, Selasa (3/11/2020).

Saiful mengatakan, sudah 97 persen dilakukan pengukuran. Artinya, ada dua Jorong yang belum selesai, bulan November akan dituntaskan. Tahap selanjutnya akan diserahkan uang ganti rugi di tempat lain. Kemungkinan nanti bisa di Asrama Haji.

"Dalam proses masih ada beberapa bidang dan besar dari ini jumlahnya. Ada 81 penerima yang kita tuntaskan ganti ruginya, alhamdulillah tidak ada yang menolak. Mudah-mudahan bukan ganti rugi, tapi ganti untung," sebut Saiful. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana