Logo Harianhaluan

Leonardy Harmainy Tanggapi Normalisasi Batang Sani Nagari Tandikek

Leonardy Harmainy Tanggapi Normalisasi Batang Sani Nagari Tandikek
Anggota DPD RI Leonardy Harmainy saat berkunjung ke Nagari Tandikat. 

TANDIKAT, HARIANHALUAN.COM - Leonardy Harmainy menanggapi aspirasi masyarakat Nagari Tandikek mengenai penyelamatan pasar dan normalisasi Batang Sani harus diprioritaskan. Leonardy menyarankan agar masalah ini diarahkan usulannya ke provinsi agar didanai dengan APBD Sumbar.

"Insya Allah dalam waktu dekat akan kita coba fasilitasi ke Dinas PSDA Sumbar dan Balai Sungai Wilayah Sumatera V. Akan kita dengar bagaimana pendapatnya terkait permasalahan ini," ungkapnya, Senin (1/3/2021).

Baca Juga : Penyekatan Mudik, Kapolda Sumbar: Belum Ada yang Nekat Menerobos

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Ditegaskan Leonardy, jika normalisasi sungai terealisasi nantinya, maka persoalan pasar dan jembatan yang terancam akan teratasi dengan sendirinya. Nanti di sisi kanan dan kiri Batang Sani akan ada jalan inspeksi yang bisa memperlancar transportasi di nagari ini.

Leonardy menyarankan agar jalan yang berada di jalur kabupaten hanya boleh dianggarkan dari APBD kabupaten. Silakan diajukan apa saja aspirasi masyarakat dalam Musrenbang Kecamatan besok.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Positif: 300, Sembuh: 302, dan Meninggal Dunia 3 Orang

"Hanya saja aspirasi itu harus dikawal oleh Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman yang daerah pemilihannya Kecamatan Patamuan (Dapil Padang Pariaman 4)," ujarnya.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Adapun masalah menghidupkan lagi Kapalo Banda Lamo, menurut Leonardy merupakan aspirasi yang patut diperhatikan. Usai gempa dulu, untuk pemulihan, yang pertama dilakukan adalah mengalokasikan pembangunan Bendungan Tampuniak.

Ketika itu masyarakat minta ganti rugi dan penyelesaian sedikit terlambat sehingga ketika kontraktor datang, dia tak bisa bekerja sebelum ganti rugi tanah dibayarkan.

"Ketika itu saya datang dan kepada masyarakat dijamin ganti rugi akan dibayarkan. Bupati turut tandatangan sehingga bendungan bisa dikerjakan. Jadi Tandikek tidak asing lagi bagi saya," ungkapnya.

Dari pengecekan ada saluran primer yang kerendahan dan diperbaiki. Juga pintu air yang ditutup, namun alhamdulillah tidak masalah. Air mengalir dengan baik ketika pintu air terbuka.

Sekaitan dengan SDG'S Desa yang mengklasifikasikan desa menjadi 9 tipe, nagari Tandikat hendaknya memilih salah satu tipe yang ditetapkan dalam Permendes Nomor 13 Tahun 2020.

Ada sembilan tipe desa yaitu desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan hidup, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, desa tanggap budaya, desa pancasila.

"Karena kasi dan kaur di sini banyak yang bergelar S.Pd, maka desa peduli pendidikan bisa jadi pilihan. Untuk pilihan ini, saya akan mendorong pendidikan walinagari harus ditingkatkan. Walinagari diberi kesempatan untuk menambah pendidikan," tegasnya.

Menurut Leonardy, wali nagari biasanya terpilih karena populer di daerahnya. Namun bisa saja dari bidang keilmuannya masih kurang. Dalam Undang-undang No. 6 Tahun 2014 pasal 33 syarat pendidikan kepala desa itu SMA.

"Harusnya diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan atas biaya nagari agar dia makin termotivasi memperjuangkan visi dan misinya," terangnya.(*)

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Milna Miana