Logo Harianhaluan

Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021

Mengenal M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube, Pemenang Duta GenRe Solsel 2021
Pasangan pemenang duta GenRe 2021 Solsel. 

PADANG ARO, HARIANHALUAN.COM - Mengenal lebih dekat sosok pasangan pemenang duta Generasi Berencana (GenRe) Solok Selatan (Solsel) 2021, M. Irfan Monaf dan Rihhadatul Aisya Yube. Pasangan ini mampu menjadi pemuncak setelah bersaing dengan puluhan peserta lainnya, melaju ke Sumbar sudah dipelupuk mata.

Ternyata, M.Irfan Monaf bersekolah di SMAN 3 Solsel kelas X adalah anak seorang sopir bus yang bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tinggal bersama kedua orangtuanya di Sikinjang Jorong Bukit Malintang Kecamatan Sangir. "Setelah ini, Irfan ingin sukses di tingkat Sumbar dan melaju ke kancah nasional dalam ajang duta GenRe," harapan remaja yang hobi bermain alat musik itu pada Hariahaluan.com, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga : Begini Cara SEML Merawat Keakraban Jelang Berbuka Puasa

Sebelum bertarung di tingkat Sumbar, Irfan mengaku sudah mulai mempersiapkan segela sesuatu yang berkaitan dengan kontestasi GenRe. "Terutama mempersiapkan mental dan menguasai materi serta memperluas wawasan," kata anak ke-dua dari empat bersaudara itu.

Dalam uji kemampuan, imbuhnya, tantangan terberat yakni publik speaking (berbicara didepan umum). "Nah, tidak cukup hanya menguasai secara teori. Namun, hal terpenting adalah berupaya tenang dan tidak panik ketika mendapatkan pertanyaan yang sulit," ujar alumni MTsN 2 Solsel ini.

Baca Juga : DPC PPDI Padang Panjang Adakan Program Sosial Peduli Disabilitas

Selain mahir menggunakan bermacam alat musik, Irfan juga aktif di organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan, terutama dalam membantu pelajar kurang mampu untuk kebutuhan peralatan sekolah. "Terkait seni musik, sering tampil saat iven sekolah. Irfan  juga anggota Osis," kata remaja yang memiliki tinggi badan 165 sentimeter.

Bagi Irfan, duta GenRe merupakan wadah positif dalam berorganisasi yang memberikan edukasi dan pengetahuan terkait persoalan remaja. "Selama karantina tiga hari banyak yang didapat. Pembentukan karakter, etika, perilaku dan cara bersosialisasi. Kontrol ego hal yang tersulit," tambahnya.

Berbeda dengan Rihhadatul Aisya Yube, kedua orangtuanya merupakan seorang abdi negara alias pegawai negeri sipil. Bersekolah di SMAN 1 Solsel, kelas X, saat ini tinggal bersama orangtuanya di Kepala Bukit Kecamatan Sungai Pagu. Rayda, begitu sapaan akrabnya, rupanya menguasai bahasa Inggris dan sedang mempelajari bahasa Arab, Korea dan bahasa Jepang. Tepat kiranya bercita-cita menjadi Diplomat ulung. 

"Iya, Rayda ingin menjadi Diplomat. Selain menguasai bahasa Inggris, sekarang juga tengah mempelajari bahasa lainnya, Jepang, Arab dan Korea. Ini juga ditampilkan saat unjuk bakat," kata gadis penghobi membaca dan menulis tersebut.

Remaja putri berperawakan manis ini memiliki tinggi badan 161 sentimeter dengan kulit sawo matang itu adalah si bungsu dari dua bersaudara. Di sekolah, Rayda juga aktif di kegiatan English Club dan Jurnal sekolah. "Alhamdulillah, kemarin di sekolah juga meraih Juara satu," kata alumni MTsN 1 Solsel.

Rayda juga pernah menjadi Loan Official Tour de Singkarak 2019 dan kerap mewakili sekolah dalam diskusi terkait narkoba dan wawasan kebangsaan. Selain itu, ia juga sering ikut lomba debat bahasa Inggris baik itu ditingkat kabupaten dan Sumbar.

"Dalam persiapan kontestasi duta GenRe menuju Sumbar, Rayda juga telah mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama, mental dan kuasai materi. Baik itu materi terkait GenRe maupun materi umum," sebutnya.

Dia mengaku, tantangan terberat dalam ajang kontestasi duta GenRe adalah terkait publik speaking dan menjaga emosi. Apalagi, saat karantina. "Tapi, Alhamdulillah berkat kesungguhan semua terlewati," ujar penyuka film berbahasa Inggris itu.

Rayda berpesan terhadap generasi mileneal untuk menjaga kesehatan mental, meningkatkan karir pendidikan serta meningkatkan produktivitas remaja. "Kebanyakan remaja saat ini terpengaruh gadget. Lalu, jangan pernah terpikir untuk melakukan pernikahan dini dan penyimpangan seksualitas lainnya," tutupnya. (*)

Reporter : Jefli Bridge | Editor : Agoes Embun