Logo Harianhaluan

Muncul Kabar Simpang Siur, Kominfo Sumbar Beri Klarifikasi Terkait Perkembangan Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Muncul Kabar Simpang Siur, Kominfo Sumbar Beri Klarifikasi Terkait Perkembangan Jalan Tol Padang-Pekanbaru
Dok Media Indonesia 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sekaitan dengan adanya simpang siur informasi terkait Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru. Kepala Dinas Kominfo Sumatera Barat dalam klarifikasinya menyampaikan dan menjelaskan 9 poin penting pembangunan tol, Jumat (5/3/2021).

1. Hari ini Jumat 5 Maret 2021 telah dilakukan pertemuan di kantor Bupati Padang Pariaman dengan agenda penyerahan uang ganti untung pembebasan lahan jalan tol Padang – Sicincin kepada masyarakat.

Baca Juga : Polda Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI 

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

Pertemuan dihadiri oleh Wakil Bupati Padang Pariaman yang didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, Kanwil BPN, Pejabat Pemprov Sumbar (dipimpin oleh Kepala Balitbang Prov Sumbar), PPK pengadaan tanah jalan tol Padang – Pekanbaru 1 Kemen PUPR, perwakilan BANK BRI, Kepala Bapeda dan Inspektorat Padang Pariaman.

2. Penyerahan ganti untung terhadap lahan masyarakat hari ini di Kantor Bupati Padang Pariaman (5 Maret 2021), adalah sebesar Rp14 miliar untuk 24 bidang dan 10 penggarap. Sebelumnya juga telah dibayarkan kepada masyarakat sebesar Rp36 miliar kepada 33 bidang dan 10 penggarap.

Baca Juga : Gubernur Sumbar Sebut Tanaman Serai Wangi Bisa Untungkan Petani

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

3. Panjang ruas jalan tol Padang Sicincin adalah 36,6  km, yang dibagi atas 2 lokasi (2 Penlok atau 2 penetapan lokasi)

4. Perlok I: 0 km sampai 4.2 km sudah selesai pembebasannya.

Baca Juga : SE Pemprov Sumbar tentang Salat Tarawih: Berwudu di Rumah Masing-masing, Jangan Bersalaman

5. Perlok II dari 4.2 km ke 36.6 km sedang dalam proses dan akan diberikan ganti untung.

6. Sesuai laporan PPK pengadaan tanah (ibu Siska Martha Sari) dan Kanwil BPN yang diwakili Kabid Pengadaan Tanah pengadaan tanah untuk penlok II 4.2 ke 36,6 km sedang dalam pengadaan tanah yang terdiri dari inventarisasi dan identifikasi, pengumuman, penilaian oleh appraisal, musyawarah, pengumpulan berkas dan pembayaran uang ganti kerugian.

Baca Juga : Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Samudera Hindia Barat Mentawai

7. Pembayaran  pembebasan lahan sudah mencapai 20.4 persen terhadap luas dari total kebutuhan lahan di penlok 1 dan 2, sedangkan target penyelesain pembayaran pembebasan lahan diharapkan selesai sebelum bulan Juni (sebelum lebaran) dan Kakanwil BPN berharap pembayaran selesai sebelum lebaran.

8. Selanjutnya penlok 2. Kurang lebih 600 bidang tanah sedang dinilai oleh KJPP dan sebanyak 526 bidang tanah sudah selesai musyawarah dan telah menyepakati nilai harga lahan.

9. Dari 1.452 bidang tanah yang telah bebas 127 bidang dari total lahan yang dibutuhkan. Namun jika dari seluruh tahapan proses pengadaan tanah, progres nya sudah mencapai 57 %.

“Secara keseluruhan, tidak ada ditemukan permasalahan ganti untung lahan masyarakat dan pembangunan jalan tol akan terus dilaksanakan”, tutupnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana