Logo Harianhaluan

Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021

Pembayaran Ganti Rugi Terdampak Jalan Tol Padang-Pekanbaru Ditargetkan Selesai Juni 2021
Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumbar  menyatakan, sesuai tahapan pada 5 Maret 2021 Seksi Kapalo Hilalang - Sicincin -Lubuak Alung - Padang (Sta 4 + 200 - 36 + 600) telah dilakukan pembayaran di Kantor Bupati Padang Pariaman, sebesar Rp36 miliar kepada 33 bidang dan 10 penggarap (sebelumnya).

Total panjang ruas jalan yang dibebaskan dari 0 hingga 36 km secara luas sudah mencapai 20.4 persen. Namun jika dari seluruh tahapan proses pengadaan tanah, progres nya sudah mencapai 57 persen.

Baca Juga : Penyekatan Mudik, Kapolda Sumbar: Belum Ada yang Nekat Menerobos

Simak Terus Berita Sumbar Hari Ini di Harianhaluan.com

"InsyaAllah target kami penyelesain pembayaran pembebasan lahan bisa selesai sebelum lebaran (bulan Juni), karena ini merupakan momen yang tepat bagi masyarakat dengan kebutuhan yang tinggi," sebut Kakanwil ATR/BPN Sumbar, Saiful, kemarin.

Saiful menyebutkan, pada Seksi I berada di daerah Kasang, Lubuk Alung, Parit Malintang, Sicincin dan terakhir di Kapalo Hilalang di kawasan Kabupaten Padang Pariaman sudah berjalan. Dari 4,2 km sampai 36,6 km ada 1.452 bidang tanah yang telah di proses.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Positif: 300, Sembuh: 302, dan Meninggal Dunia 3 Orang

"Telah selesai dilakukan pembayaran lebih kurang sepanjang 4,7 km, sisanya telah melewati tahapan dengan melakukan inventarisasi dan identifikasi, pengumuman, penilaian oleh appraisal, musyawarah, pengumpulan berkas," jelasnya.

Simak Terus Berita Sumbar Terkini di Harianhaluan.com

Sekitar 600 bidang tanah sedang dinilai oleh KJPP dan sebanyak 526 bidang tanah sudah selesai musyawarah dan telah menyepakati nilai harga lahan.

Penilaian nilai ganti kerugian tanah dilakukan oleh appraisal sebagai konsultan independen penilaian tanah secara detail berdasarkan banyak faktor diantaranya, tanah yang berada di pinggir jalan lebih mahal daripada di pedalaman.

Tanah matang dan tidak matang juga berbeda harganya, Tanah yang memiliki sertifikat lebih mahal dibandingkan tanah yang belum memiliki sertifikat.

"NJOP hanya sebagai salah satu item dalam penilaian yang paling menentukan adalah nilai pasar tanah," tuturnya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang, Syahputra mengatakan progres jalan tol Padang - Pekanbaru merupakan proyek strategis Nasional di Sumatera Barat yang ditetapkan 2 (dua) Ruas Jalan Tol yang masuk wilayah Sumatera Barat yaitu, ruas tol Bukittinggi - Padang Panjang - Lubuk Alung - Padang, sepanjang 80 Km, dan ruas tol Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi, sepanjang 185 Km.

"Untuk pengadaan tanah jalan tol tersebut dibebankan pada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR selaku instansi yang memerlukan tanah, sedangkan pembangunan dan pengusahaannya ditugaskan kepada BUMN PT. Hutama Karya," terang Putra. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana