Harian Haluan

Harianhaluan.com

Penyelundupan Daging Ilegal Malaysia Digagalkan

Penyelundupan Daging Ilegal Malaysia Digagalkan
 

Widodo menjelaskan ko­tak-kotak tersebut masing-masing berisi daging sapi seberat 22,5 kilogram yang dimuat sebanyak 25 kotak, kemudian lima kotak lainnya berisi jeroan seberat 28 kilo­gram.

“Hasil pemeriksaan, ter­sang­ka mengakui telah mene­kuni usaha ini selama dua tahun, dengan mendatangkan saging sapi ilegal asal Ma­laysia, kemudian dijual ke Pontianak dan sekitarnya” ungkap Widodo.

Satu kotak daging asal Malaysia dibeli tersangka se­harga Rp1,4 juta atau jauh lebih murah dari harga jual daging di Kalbar yakni rata-rata Rp120 ribu/kilogramnya, kata Widodo.


Sementara itu, hasil pe­ngem­bangan pihak kepolisian kembali mengejar tersangka Abdul, hasilnya aktivitas ilegal itu juga dijalankan oleh Sukir­man. Polisi pun menggerebek rumah Sukirman malam itu juga, hasilnya ditemukan lima kotak daging masing-masing seberat 28 kilogram, kata Widodo.

“Daging-daging tersebut menurut pengakuan tersangka dibawa melalui perbatasan darat Entikong dan Balai Karangan,” ujar Widodo.

Daging-daging tersebut ditemukan dalam dua merk yang berbeda, yakni merk Longyear Valley dan Alana.

Kedua tersangka dijerat dengan UU No. 7/2014 ten­tang Perdagangan, dan UU tentang Perdagangan Hewan dan Tumbuhan.

“Dalam waktu dekat kami bersama Dinas Hewan dan Peternakan Kalbar akan meng­gelar razia bersama di pasar-pasar tradisional, dalam mene­kan atau memberantas pere­daran barang-barang ilegal di Kalbar,” katanya.

Di waktu yang sama Polda Kalbar juga mengamankan sebuah mobil jenis inova milik yang dikemudian oleh Mari­yani yang mengangkut seba­nyak 40 dus susu kental manis merk Dairy Champ.

Mariyani perempuan pa­ruh baya yang membawa mobil tersebut membeli susu kental manis di Malaysia untuk dijual kembali di Pontianak dan sekitarnya. Saat ini, tersangka daging ilegal dan susu kaleng ilegal, sedang menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Krimi­nal Khusus Polda Kalbar. (h/inl)



Ikuti kami di