Harian Haluan

Harianhaluan.com

Projo Siap Susul Perindo Jadi Parpol

Projo Siap Susul Perindo Jadi Parpol
 

Lebih lanjut, Hasto me­negas­kan, wacana pembentukan partai Pro Jokowi hanya untuk mem­perkeruh suasana yang ada. Se­bab, saat ini Jokowi sedang fokus-fokusnya mengurus pemerintahan.

“Jokowi sedang fokus me­ngurus pemerintahan. Tak me­mikirkan membentuk atau men­dorong lahirnya partai baru. Wacana partai Pro Jokowi hanya mau memperkeruh suasana se­olah-seolah PDIP mendikte Jo­kowi,” tegas Hasto.

Terpisah, Politisi PDI Per­juangan Hendrawan Supratikno menilai, biasa saja jika Ormas Pro Jokowi (Projo) berubah menjadi partai politik. Hal itu bukanlah sesuatu yang luar biasa dalam pentas politik. Menurut dia, dengan berubahnya ormas Projo menjadi partai politik, justru diharapkan akan menambah war­na perpolitikan Indonesia.


Dikatakan, hal yang lumrah jika memang Jokowi nantinya mendukung Projo jadi partai. Sebab Jokowi merupakan pre­siden rakyat yang harus me­rang­kul semua komponen masya­rakat. “Jokowi pemimpin semua bukan Presiden KIH. Wajar se­bagai presiden, Jokowi me­rang­kul komponen semua, itu akan dilakukan semua pemimpin,” pungkas dia.

Masih Butuh PDIP

Di sisi lain, Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari, merasa yakin jika wacana Ormas Projo akan tetap menjadi parpol, sama sekali tidak akan membuat Pre­siden Jokowi pindah haluan dari PDIP. Apalagi, dalam men­jalan­kan pemerintahannya kini, Jo­kowi masih membutuhkan du­kungan PDIP.

Eva menjelaskan, sampai saat ini tidak ada yang perlu di­kha­watir­kan dengan manuver Projo yang ingin jadi partai politik. Sebab, Projo merupakan pen­dukung Jokowi di luar parlemen. Sementara presiden butuh du­kungan politik di parlemen. “Projo memang pendukung Jo­kowi, tapi di luar parlemen. Jokowi butuh dukungan par­lemen dan untuk itu akan mem­pertahankan PDIP,” kata Eva.

Isu tidak harmonisnya Jo­kowi dengan PDIP mencuat. Sebuah sumber di internal PDIP pun membenarkan jika ada pihak yang menghalangi komunikasi antara PDIP dan Jokowi di Istana. Mereka disebut sebagai ‘Trio Macan’ yang terdiri dari Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pan­jait­an, Meneg BUMN Rini Semarno dan Seskab Andi Widjajanto.

Namun Eva merasa wacana Projo menjadi parpol tidak ada kaitannya dengan manuver ‘Trio Macan’ di Istana. Oleh karena itu, pihaknya tak khawatir dengan wacana Projo. “Enggak ada kai­tan­nya. Projo bukan parpol dan tidak ada kaitannya dengan Trio Macan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Projo mengaku sudah siap jika memang harus pindah status dari Ormas menjadi partai politik. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Orga­nisasi Massa Pro Jokowi (Projo) Solo, Sugeng Setyadi mengatakan, organisasi yang dipimpinnya siap berubah menjadi partai politik apabila dikehendaki. Hanya saja, perubahan bentuk tersebut harus seizin dari Dewan Pembina Projo, Presiden Joko Widodo.

Projo akan te­tap konsisten da­lam mendukung Jo­k­owi hingga ak­hir masa ja­ba­tannya habis, kata Sugeng Setyadi di sela-sela pe­lanti­kan pengurus Pim­pinan Anak Ca­ba­ng (PAC) se-Solo di Joglo Sriwedari, Solo, Minggu di­kutip dari Antara. “Ya kami siap untuk mendukung Pak Jokowi hingga 2019. Kalau me­mang Pak Jokowi menginginkan ada perubahan ke Parpol, kami siap juga tidak ada masalah,” kata Sugeng. (*/mdk)



Ikuti kami di