Harian Haluan

Harianhaluan.com

Dua Mahasiswa Pemalsu SIM Ditangkap

Dua Mahasiswa Pemalsu SIM Ditangkap
 

“Benar tersangka saat ini sudah kita amankan bersama sejumlah barang bukti, baru delapan buah SIM palsu serta sejumlah alat yang digunakan pelaku dalam membuatnya. Ber­dasarkan keterangan pe­laku masih ada sekitar 60 buah SIM palsu yang beredar di masyarakat, selain itu pelaku juga merupakan mahasiswa di salah satu universitas di Kota Bengkulu,” kata dia di Kota Bengkulu, Rabu (4/2/2015).

Untuk itu, kapolres me­ngimbau kepada masyarakat yang menggunakan SIM yang diurus oleh tersangka segera melapor ke pihak kepolisian untuk diganti dengan SIM yang benar.

Kronologis kejadian bera­wal dari razia rutin kepolisaan dan dalam razia tersebut pihak kepolisian menghentikan laju satu unit kendaraan roda empat Suzuki Baleno, dengan nomor polisi BD 477 LQ, karena pe­nge­mudi tidak menggunakan sabuk keselamatan.


Petugas langsung me­na­nyakan kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM pada pengemudi kendaraan terse­but, saat itu pengemudi mem­perlihatkan surat izin me­ngemudi (SIM) atas nama YS (40), yang dikeluarkan Pol­resta Bengkulu dan polisi melihat ada kejanggalan ka­rena dinilai tidak seperti SIM yang dikeluaran kepolisian.

Selanjutnya petugas me­nilang SIM A tersebut dan mem­berikan surat tilang ter­hadap YS.

Kemudian polisi yang ber­tugas dalam penilangan me­lakukan pengecekan atau koor­dinasi dengan bagian SIM, dari keterangan tim didapat bahwa nomor SIM yang tertera atas nama YS tidak terdaftar dire­gistrasi pihak kepolisian.

Selanjutnya, pihak ke­po­lisian melalui Kasat Res­krim Polresta Bengkulu lang­sung melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus serta memanggil pemilik SIM A, YS yang diduga palsu tersebut, dari keterangan YS SIM tersebut diurus oleh seseorang beinisial Y dengan harga Rp200,000.

Dalam pengembangannya polisi berhasil mengungkap kedua tersangka berdasarkan keterangan pemilik SIM A YS, yang mengatakan SIM tersebut diterimanya dari IW, polisi pun bergerak cepat dan ber­hasil mengamankan IW, dari kete­rangan IW didapat yang mem­buat SIM tersebut adalah FK.

Polisi pun langsung me­lakukan penangkapan kepada tersangka FK.

Dari kedua tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa delapan buah SIM diduga palsu, dua unit CPU, satu unit printer, satu unit monitor, mesin pres, serta kertas foto, yang diduga digunakan pelaku untuk mem­­buat SIM palsu.

Modus pelaku dalam me­malsukan SIM tersebut yaitu, membuat SIM dengan cara terlebih dahulu men-scan ba­gian depan dan belakang SIM asli yang dikeluarkan pihak kepolisian, dengan meng­gu­nakan mesin printer/scaner selanjutnya hasil scan tersebut diedit melalui komputer de­ngan menggunakan aplikasi photoshop dengan mengganti identitas sesuai permintaan, setelah jadi SIM palsu dipres dan siap diberikan kepada pemesan.

Saat ini tersangka bersama barang bukti diamankan di sel tahanan Polresta Bengkulu untuk pemeriksaan lebih la­njut, tersangka terancam ku­rungan penjara, karena me­langgar pasal 263 tentang pe­mal­suan surat negara. (h/inl)



Ikuti kami di