Harian Haluan

Harianhaluan.com

BG Tolak Mundur, Suhardi Alius Mengapung

BG Tolak Mundur, Suhardi Alius Mengapung
 

Badrodin me­­­ngatakan, se­te­lah proses pra­peradilan se­le­sai, Budi Gu­nawan ber­harap sudah bisa menentukan sikap apakah akan mundur atau tidak dari pencalonan sebagai Kapolri. “Mudah-mudahan setelah proses praperadilan selesai beliau su­dah bisa me­nen­tukan si­kap­nya untuk mundur atau ti­dak,” ka­tanya.

Menurut Bad­­rodin, jika dilakukan se­cara ma­ra­ton, si­dang pra­pe­r­a­dilan bisa selesai dalam waktu sepekan. “Insya Allah, praperadilan kalau sidang maraton bisa selesai dalam waktu satu minggu,” katanya.

Kemarin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan kon­flik seputar pencalonan Budi Gu­nawan sebagai Kapolri akan men­dapat solusi yang terbaik jika Budi mengundurkan diri. “Akan lebih indah jika Budi Gunawan mundur dari pencalonan,” katanya. Pratikno mengatakan Presiden Joko Widodo kini masih mengkaji aspek hukum dan politik sebelum me­mutuskan nasib Budi Gunawan.

Di sisi lain, Bursa calon Kapolri pun kembali memanas menyusul pernyataan Komisi Kepolisian Nasional. Siapa yang bakal menjadi calon kuat pemegang tongkat ko­mando Tri Brata 1?

Komisi Kepolisian Nasional pada awal Januari lalu mengusulkan lima nama calon Kapolri. Mereka adalah, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Komisaris Jenderal Bad­rodin Haiti, Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Komisaris Jenderal Putut Eko Bayu Seno, dan Ko­misaris Jenderal Dwi Priyatno.

Setelah Komjen Budi yang sudah diloloskan oleh DPR dibatalkan pelantikannya oleh Presiden Joko­wi, tersisa empat kandidat. Pekan lalu Kompolnas kembali menga­jukan satu nama lagi kepada Pre­siden yakni Inspektur Jenderal Budi Waseso.

Saat ini Irjen Budi Waseso menja­bat Kepala Badan Reserse dan Kri­minal Polri sehingga sebentar lagi bakal menyandang pangkat Ko­misaris Jenderal atau bintang tiga.

“Ada Nama baru Budi Waseso, yang secara acuan administrasi sudah terpenuhi (bintang 3),” kata anggota Kompolnas Edi Hasibuan saat ber­bin­­cang dengan detikcom, Rabu (4/2).

Lima kandidat calon Kapolri tersebut yakni; Badrodin Haiti, Suhardi Alius, Budi Waseso, Dwi Priyatno, dan Putut Eko Bayu Seno menurut Edi masa pensiunnya ma­sih di atas dua tahun.

Hal itu sesuai dengan saran Kompolnas kepada Presiden agar memilih Kapolri yang masa dinas­nya masih di atas dua tahun. “Kalau kurang dari satu tahun, maka enam bulan setelah dilantik sudah akan diajukan Kapolri baru. Padahal dia (Kapolri terpilih) belum ngapa-ngapain,” papar Edi.   (h/net)

Ikuti kami di