Harian Haluan

Harianhaluan.com

Mensos: Indonesia Darurat Pornografi

Mensos: Indonesia Darurat Pornografi
 

Khofifah mengatakan, dari 45 persen korban seksual yang melibatkan anak tersebut, terdapat beberapa kejadian yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri atau inses.

Dia mencontohkan kasus inses di Kota Samarinda, Kaltim, yang merupakan salah satu kejahatan parah, yakni ayah kandung menyetubuhi anaknya sendiri hingga anak tersebut memiliki dua anak.

Kemudian, anak dari hasil hubungan inses tersebut setelah tumbuh menginjak remaja, disetebuhi lagi hingga hamil. Sehingga bayi yang seharusnya menjadi cicitnya tersebut, justru merupakan hubungan dari inses. Kini pelaku inses tersebut sudah mendekam di penjara.


Khofifah mengusulkan, jika ada pelaku yang sudah terbukti berkali-kali melakukan kejahatan seksual, hendaknya hukumannya ditambah dengan memotong alat vital penumbuh libido, sehingga tidak bisa melakukan kejahatan seksual lagi. Ia menambahkan, selain faktor moral dan akhlak, penyebab munculnya inses karena rumah yang tidak layak huni. Misalnya, dalam satu rumah tangga miskin yang rumahnya hanya satu petak dan tidak memiliki kamar tidur. Sementara anaknya banyak dan ada yang perempuan.

“Ketika malam dan semua anggota keluarganya tidur berjejer dalam satu petak, kemudian sang ayah ‘kepingin’, namun ada setan lewat, maka ayah tersebut tinggal memilih siapa yang diinginkan. Untuk itu, Kemensos memprogramkan untuk pembangunan rumah layak huni,” kata Khofifah. (h/kcm)



Ikuti kami di