Harian Haluan

Harianhaluan.com

2019, Masalah Gizi Harus Selesai

2019, Masalah Gizi Harus Selesai
 

Puan menjelaskan, masalah gizi di Indonesia disebabkan berbagai faktor. Selain faktor kemiskinan, faktor seperti kesehatan, pangan, pendidikan, air bersih, keluarga berencana dan berbagai faktor terkait lainnya menjadi penyebab masalah gizi buruk di Indonesia.

Oleh karena itu, kata Puan, seluruh kementerian dan lembaga negara akan dilibatkan untuk menuntaskan masalah gizi buruk di Indonesia. Menurutnya, tanpa adanya sinergi antarlembaga negara masalah gizi buruk tidak akan pernah selesai.

Puan menjelaskan, pemerintah dalam program percepatan perbaikan gizi bertekad menjamin pelayanan kesehatan ibu dan anak, mencegah pernikahan dini, dan membangun infrastruktur untuk pengadaan air bersih.


Selain itu, pemerintah akan menjamin program ketahanan pangan rumah tangga kelompok masyarakat kecil, pendidikan hidup sehat pada anak-anak usia sekolah dasar, dan sosialisasi mengenai sumber gizi yang murah.

Pemerintah telah menyiapkan target perbaikan gizi masyarakat. Sejumlah target itu menurunnya angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, dari 359 menjadi 306 pada tahun 2019.

“Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, dari 32 menjadi 24 pada tahun 2019. Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (underweight) pada anak balita dari 19,6% menjadi 17 persen pada tahun 2019. Target lainnya adalah menurunnya prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta (dibawah 2 tahun), dari 33% menjadi 28% pada tahun 2019,” tutur Puan. Semua target itu, kata Puan, tidak akan bisa terwujud jika seluruh kementerian dan lembaga tidak bersungguh-sungguh dalam mem­berikan dukungan dan membangun komitmen bersama dalam melaksanakan gerakan percepatan perbaikan gizi. (h/inl)



Ikuti kami di