Harian Haluan

Harianhaluan.com

Munas Golkar Bagi-bagi Uang ke Peserta

Munas Golkar Bagi-bagi Uang ke Peserta
 

Transaksi lainnya, juga terjadi di Munas Ancol. Cerita itu terungkap dari seorang saksi ajuan Golkar Munas Bali. Dalam persidangan, satu dari 12 saksi yang diajukan meng­hadirkan Ketua Harian Gol­kar, Kabupaten Pasaman Ba­rat, Sumatera Barat, Daliyus.

Laki-laki 40-an tahun ini mengungkap, hadirnya dia seba­gai pemilik suara sah da­lam dua Munas Golkar. Tapi, men­ce­ngangkan, Daliyus mem­­­be­ber­kan bahwa, dirinya sebagai Ketua DPD II Golkar, men­dapatkan pesangon dari masing-masing penyelenggara Munas.

“Dari Munas Bali saya dikasih ‘ongkos’ dari Padang ke Bali,” kata dia, saat bersaksi di sidang MP Golkar, di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (25/2).

Dilanjutkan dia, usai meng­hadiri Munas Bali pada 30 November sampai 4 Desember 2014, dirinya pun kembali dihubungi penyelenggara Mu­nas Ancol. Akan tetapi, Dali­yus enggan mengung­kapkan, siapa yang menghubunginya ketika itu.

“Karena yang mengundang juga Golkar, ya saya datang juga,” ujar Daliyus.

Pengakuan Daliyus ini pun membingungkan anggota MP Golkar. Anggota Majelis MP Golkar, Andi Mattalata bah­kan terlihat terpingkal sambil terta­wa mendengarkan kesak­sian Daliyus. Sebab, menurut Andi, seba­gai saksi dari kubu Munas Bali, tentunya Daliyus punya kesaksian yang memberatkan kubu Munas Ancol. Namun, ternyata tidak demikian.

“Jadi anda (Daliyus) ini kanan kiri oke. Tapi, yang di Bali, okenya resmi,” kata Andi. Daliyus pun mengatakan iya, menanggapi ungkapan Andi.

Sementara itu, Nurdin Kha­­lid mengancam akan mem­pidanakan Kepengurusan Golkar Munas Ancol. An­ca­man tersebut, jawaban Nurdin soal tuduhan pemberian dana Rp1,5 miliar ke DPD I dan II Golkar Papua.

“Ini fitnah. Pencemaran nama baik saya,” kata dia.

Smentara itu, Mahkamah Partai (MP) menunda pe­ngam­bilan keputusan ter­ha­dap gugatan perselisihan ke­pengurusan antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrii (Ical). Ini terjadi karena ke­hadiran kubu Ical di sidang terakhir ini, membawa bukti baru yang harus didalami ma­jelis MPG.

Sebelum menutup sidang, Prof Muladi selaku ketua ma­jelis mengatakan bukti-bukti yang baru diterima dari kubu Ical harus diperbaiki dan butuh klarifikasi untuk dikaji lebih dalam. Dengan alasan itulah keputusan belum diambil MPG.

“Kami janji untuk mengkaji semua, kami sampaikan pada panitera. Kami putuskan ming­gu depan. Jadi selama klarifikasi, berdoa semoga nantinya menjadi yang terbaik bagi kita semua,” kata Muladi.

Muladi juga mengaku se­nang karena persidangan ter­sebut berjalan aman dan lan­car. Tidak terjadi kericuhan sebagaimana yang dikha­watir­kan sejumlah pihak. (h/rol/net)

Ikuti kami di