Harian Haluan

Harianhaluan.com

PTUN Kabulkan Gugatan PPP Kubu SDA

PTUN Kabulkan Gugatan PPP Kubu SDA
 

“Keadilan terwujud ber­kaitan masalah yang diderita PPP,” kata SDA usai sidang PTUN, Rabu (25/2).

SDA berulang kali me­ngusap air mata karena terharu dengan hasil putusan sidang PTUN. SDA juga me­ngu­cap­kan terima kasih pada majelis hakim PTUN yang mengadili perkara dengan seadil-adilnya.

“Tidak saja berdasarkan hukum, tapi juga hati nurani dan nilai-nilai agama,” imbuh dia.

Me­nanggapi kalahnya kubu muk­tamar Surabaya, ­Ro­­­ma­­hur­­mu­ziy (Romi) me­negaskan akan melakukan upaya hukum banding. Sebab, PTUN hanyalah putusan ting­kat pertama yang masih me­nyisakan peluang untuk diba­talkan di proses hukum se­lanjutnya. Bahkan, Romi me­negaskan tidak akan mun­dur dari posisinya sebagai Ketua Umum PPP.

“Saya taat hukum, karena tidak ada perintah hukum saya harus mundur, Ketum PPP adalah saya, Ro­mahurmuziy,” tegas dia. Ro­mi menambahkan akan mengajukan banding. De­ngan pengajuan banding ini, putusan PTUN menjadi tidak mengikat dan final. Artinya, sebelum ada putusan pengadilan yang si­fatn­ya mengikat dan final, ke­pe­ngurusan yang sah dari partai berlambang Kabah ini adalah hasil muktamar Su­rabaya. Se­bab, imbuh dia, pihaknya sudah mengantongi Surat Keputusan pengesahan dari Menteri Hu­kum dan HAM.

Karena itu, Romy pun me­minta agar pengurus PPP di daerah tetap beraktifitas se­perti biasa. Sebab, DPP PPP hasil muktamar Surabaya su­dah me­nyiapkan diri untuk mengajukan banding. Bahkan, kubu Romi akan berko­or­dinasi dengan tergugat Men­kumham dalam pengajuan banding ini. Mes­kipun, kata Romi, pihak Men­kumham masih akan ber­konsul­tasi de­ngan Menteri Yasonna Laoly. “Kami akan koordinasi dengan Men­kumham karena kita sama-sama tergugat,” tegas Romi. (h/rol)

Ikuti kami di