Harian Haluan

Harianhaluan.com

Dialog Jokowi-Abott Harus Dibuka ke Publik

Dialog Jokowi-Abott Harus Dibuka ke Publik
 

Dia mengharapkan Pre­si­den Jokowi berkata kepada PM Abbott bahwa pernyataan Abbott soal ba­ntuan tsunami itu tidak pantas untuk norma orang Asia. Hal itu harus di­ung­kapkan Presiden Jokowi karena PM Abbott sudah meng­­klaim ada pembicaraan an­tara kedua kepala pe­me­rintahan ter­se­but.”Presiden Jokowi harus membuka isi pembicaraan kepada publik karena kalau tidak akan me­nim­bulkan ber­bagai persepsi. Selain itu PM Abbott sudah mengklaim isi pembicaraan itu,” ujar dia.

Hanafi menilai hotline kedua pemimpian adalah hal lumrah dalam dip­lo­ma­si.”Per­soalannya Presiden Jokowi harus menyampaikan ke pub­lik apa sikapnya ketika dite­lepon PM Abbott,” ujar dia.

Menurut Hanafi, per­nya­taan Abbott yang menyatakan Presiden Jokowi mem­per­timbangkan posisi Indonesia dengan hati-hati adalah upaya berbagai cara Abbott dalam menekan Presiden. Dan kini keputusan tergantung kepada Presiden Jokowi.”PM Abbott itu tipe hawkish, jadi pasti agresif melobi. Sementara Presiden Jokowi tipe dovish jadi bertahan terus,” kata dia.

Menurut kantor berita AFP, To­ny Abbott mengaku telah berbicara lewat telepon dengan Jokowi terkait rencana eksekusi mati dua warga Aus­tralia dalam kasus narkoba, Kamis  Abbott meyakini Pre­siden Jokowi sedang mem­pertimbangkan posisi Indo­nesia dengan hati-hati menge­nai hukuman mati terhadap dua warga negara Australia.

Abbott menyebut Presiden Jokowi temannya dan mema­hami posisi Australia. Dia juga menilai pembicaraannya de­ngan Presiden Jokowi adalah sinyal positif dan tanda dalam­nya per­sa­ha­batan Indonesia-Australia.

Sedangkan Guru Besar Hu­kum Internasional Uni­ver­si­tas Indonesia Hikma­hanto Ju­wana menilai langkah PM Abbott mengumbar perca­ka­pannya dengan Presiden Jokowi di media massa seba­gai wujud politik adu dom­ba.”PM Tony Abbott telah melakukan politik adu domba antara Presiden dengan rakyat Indonesia,” kata Hikmahanto melalui kete­ra­ngan tertulis di Jakarta, Kamis.

Hikmahanto menekankan, apabila langkah Abbott me­ngum­bar percakapannya de­ngan Jokowi di media Aus­tralia dilakukan dengan desain kesengajaan, maka hal itu dapat menjadi tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh PM Tony Abbott untuk menyelamatkan nyawa dua warganya. (h/anc)

Ikuti kami di